Dalam peringatan tersebut mereka mengatakan bahwa perang dagang akan memberikan ancaman besar terhadap ekonomi.
Dampak paling mereka risaukan dari perang dagang adalah peningkatan inflasi dan mengurangi gairah investor untuk menanamkan investasi mereka di AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Perang Dagang, China akan Gugat AS ke WTO |
Dampak-dampak tersebut, kata mereka, sudah mulai dirasakan. Sejumlah investor sudah mulai mengurangi atau menunda investasi mereka karena ketidakjelasan kebijakan perdagangan.
Dampak tersebut juga disampaikan para ekonom. Mereka menyatakan bahwa setiap pemberlakuan tarif terhadap produk US$100 miliar, bisa mengurangi perdagangan global sampai dengan 0,5 persen.
Mereka juga memperkirakan perang dagang akan menggerus pertumbuhan baik AS maupun China. Untuk China, perang dagang diperkirakan akan menggerus pertumbuhan 2018 sampai dengan 0,1-0,3 poin.
Untuk AS, dampak perang akan terasa besar dirasakan pada 2019 mendatang.
Agar dampak tersebut tak terjadi, Presiden AS Donald Trump meminta agar The Fed bisa menerapkan kebijakan suku bunga yang lebih akomodatif.
Ia meminta The Fed untuk tidak terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga acuan. Menurut Trump, kebijakan suku bunga The Fed bisa menghambat upayanya untuk menggenjot ekspor.
Namun, keinginan Trump tersebut kemungkinan besar tak akan diikuti oleh The Fed.
Mereka menyatakan kalau ekonomi AS tetap tumbuh sesuai jalur, The Fed akan tetap menaikkan suku bunga acuan.