Survei BI, Penjualan Eceran Juli Tumbuh 2,9 Persen

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 10:04 WIB
Survei BI, Penjualan Eceran Juli Tumbuh 2,9 Persen Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menyatakan penjualan eceran masih tumbuh. Data dari survei BI menunjukkan sepanjang Juli 2018 kemarin, penjualan eceran masih tumbuh 2,9 persen.

Pertumbuhan tersebut, lebih tinggi jika dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 2,3 persen. Hasil survei tersebut menunjukkan pertumbuhan penjualan eceran didorong komoditas sandang.

Penjualan sandang sepanjang periode tersebut masih tumbuh 13 persen atau lebih kuat jika dibanding bulan sebelumnya yang minus 11,2 persen. Selain itu, pertumbuhan juga ditopang oleh penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Juli kemarin, penjualan BBM tumbuh 15,4 persen atau meningkat dibanding Juni yang hanya 10,7 persen.  "Peningkatan penjualan eceran tersebut antara lain dipengaruhi oleh tingginya permintaan pada musim tahun ajaran baru dan dampak dari pencairan Gaji ke-13 PNS dan pensiunan," tulis BI dalam keterangannya, dikutip Rabu (12/9).


BI menyatakan secara regional, peningkatan penjualan eceran tertinggi pada Juli 2018 kemarin terjadi di Kota Surabaya dan Banjarmasin. Penjualan di daerah tersebut masing-masing tumbuh 55,4 persen dan 4,2 persen.

"Peningkatan penjualan di dua wilayah itu, terutama terjadi pada kelompok barang budaya dan rekreasi, khususnya sub kelompok alat tulis, sejalan dengan periode musim ajaran tahun baru," terang BI.

Kendati tumbuh, BI memperkirakan pertumbuhan penjualan eceran tersebut akan melemah pada Agustus 2018. Mereka memperkirakan Agustus, penjualan eceran hanya akan tumbuh kisaran 2,8 persen.

Menurut mereka, secara musiman memang biasanya permintaan akan menurun usai momen Lebaran dan tahun ajaran baru. BI memproyeksi penurunan penjualan eceran akan signifikan terjadi di Kota Denpasar dan Bandung.

Penjualan eceran di kota tersebut masing-masing diperkirakan akan turun 21,4 persen dan 14,2 persen. Komoditas yang mempengaruhi, yaitu; barang dan jasa pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Namun, bank sentral nasional memperkirakan penjualan komoditas sandang secara nasional tetap tinggi dan menjadi penopang utama penjualan eceran. BI memproyeksi penjualan komoditas sandang akan tumbuh hingga kisaran 21,6 persen.

Selain itu, penjualan eceran pada Agustus 2018 juga akan ditopang penjualan perlengkapan rumah tangga yang tumbuh sekitar 8 persen dan penjualan barang budaya serta rekreasi sekitar 7,6 persen.
(agt/agt)