Menteri BUMN: Perombakan Direksi Garuda Demi Kerek Kinerja

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 15:25 WIB
Menteri BUMN: Perombakan Direksi Garuda Demi Kerek Kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan perombakan direksi Garuda Indonesia demi meningkatkan kinerja perusahaan, bukan desakan serikat pekerja. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMNRini Soemarno menegaskan perombakan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk demi meningkatkan kinerja perusahaan. 

"Kami melihat, ke depan ini challenge-nya, apa saja. Seperti Garuda, tantangannya itu apa saja, keahlian yang dibutuhkan Garuda itu apa," ujarnya usai menghadiri konferensi pers di Soehana Hall Energy Building, Rabu (12/9).

Saat ditanya oleh awak media apakah perombakan direksi Garuda karena tekanan dari serikat pekerja, Rini mengungkapkan perombakan direksi perusahaan pelat merah lazim dilakukan untuk menyesuaikan keahlian pimpinan dengan kebutuhan perusahaan terkait.


Sebagai pengingat, serikat pekerja beberapa kali mendesak pemerintah untuk merombak direksi maskapai penerbangan tersebut karena dinilai sebagai pemborosan dan tidak memberikan kinerja optimal. Bahkan, karyawan beberapa kali mengancam bakal menggelar aksi mogok.

Selanjutnya, mantan direksi yang dicopot akan dicarikan pos baru yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

"Tujuan utamanya adalah memperkuat masing-masing BUMN dengan keahlian yang kami lihat di masing-masing (anggota direksi). Kami melihat latar belakang mereka dulu apa," jelasnya.


Siang ini, Rabu (12/9), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Garuda Indonesia disebut akan memberhentikan Pahala Mansury dari kursi direktur utama perusahaan. Menurut sumber CNNIndonesia.com, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra akan ditunjuk sebagai penggantinya.

Namun demikian, Rini masih enggan membenarkan hal tersebut, mengingat RUPS-LB masih berlangsung.

Sepanjang semester pertama tahun ini, Garuda tercatat menderita kerugian sebesar US$114 juta atau melorot dibandingkan kerugian periode yang sama tahun lalu, yakni US$284 juta. Kerugian perusahaan membaik karena kenaikan pendapatan sebesar dari US$1,8 miliar menjadi US$1,9 miliar.


(bir)