"Itu kewenangan pemegang saham. Jadi, kami tunggu saja bagaimana keputusannya," ujarnya kepada rekan media, Senin (10/9).
Menurut dia, keputusan pergantian direksi, termasuk dirinya sebagai bos Garuda merupakan kewenangan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita namanya ditugaskan, harus siap, misalnya diganti. Duh, saya belum dapat bocorannya juga. Sebaiknya, tanyakan kepada mereka," imbuhnya.
Yang pasti, Pahala berharap program yang sudah dijalankan selama ini, termasuk juga program efisiensi, tetap bisa berjalan.
Ia sebelumnya sempat merespons ketidaktahuannya terkait perombakan direksi Garuda. "Belum tahu. Nggak tahu," jelasnya singkat. (bir)