Rupiah Menguat ke Rp14.832 per Dolar AS, Terkatrol Isu Brexit

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 16:46 WIB
Rupiah Menguat ke Rp14.832 per Dolar AS, Terkatrol Isu Brexit Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.832 per dolar AS pada perdagangan sore ini, Rabu (12/9), atau menguat 24 poin dibanding Senin (10/9) lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.832 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Rabu (12/9). Posisi ini menguat 24 poin atau 0,16 persen dari posisi Senin kemarin (10/9), yakni Rp14.856 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di kisaran Rp14.863 per dolar AS pada hari ini atau melemah dari posisi Senin kemarin di Rp14.835 per dolar AS.

Sejalan dengan rupiah, rupee India turut menguat 0,5 persen, yen Jepang 0,15 persen, renminbi China 0,07 persen, dan ringgit Malaysia 0,01 persen. Namun, beberapa mata uang Asia justru melemah, seperti dolar Singapura minus 0,03 persen, baht Thailand minus 0,08 persen, peso Filipina minus 0,19 persen, dan won Korea Selatan minus 0,28 persen.


Begitu pula dengan mata uang utama negara maju. Rubel Rusia melemah 0,23 persen, franc Swiss minus 0,23 persen, euro Eropa minus 0,19 persen, poundsterling Inggris minus 0,09 persen, dan dolar Australia minus 0,01 persen. Hanya dolar Kanada yang melemah 0,07 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan rupiah berhasil menguat karena memanfaatkan momentum penguatan poundsterling Inggris dan euro Eropa yang berhasil menahan pergerakan dolar AS.

Menurut dia, kedua mata uang itu berhasil menahan gerak dolar AS karena pemberitaan keluarnya Inggris dari zona Uni Eropa (Britania Exit/Brexit) kembali muncul dan menyita perhatian global.


"Sentimen itu menjadi penggerak baru pasar, sehingga pelaku pasar fokus ke berita di Inggris," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/9).

Ia menilai isu Brexit telah berhasil meredam isu perang dagang AS-China yang dipicu oleh rencana kenaikan tarif bea masuk impor untuk produk asal China senilai US$267 miliar.


(bir)