Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di kisaran Rp14.863 per dolar AS pada hari ini atau melemah dari posisi Senin kemarin di Rp14.835 per dolar AS.
Sejalan dengan rupiah, rupee India turut menguat 0,5 persen, yen Jepang 0,15 persen, renminbi China 0,07 persen, dan ringgit Malaysia 0,01 persen. Namun, beberapa mata uang Asia justru melemah, seperti dolar Singapura minus 0,03 persen, baht Thailand minus 0,08 persen, peso Filipina minus 0,19 persen, dan won Korea Selatan minus 0,28 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula dengan mata uang utama negara maju. Rubel Rusia melemah 0,23 persen, franc Swiss minus 0,23 persen, euro Eropa minus 0,19 persen, poundsterling Inggris minus 0,09 persen, dan dolar Australia minus 0,01 persen. Hanya dolar Kanada yang melemah 0,07 persen.
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan rupiah berhasil menguat karena memanfaatkan momentum penguatan poundsterling Inggris dan euro Eropa yang berhasil menahan pergerakan dolar AS.
"Sentimen itu menjadi penggerak baru pasar, sehingga pelaku pasar fokus ke berita di Inggris," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/9).
Ia menilai isu Brexit telah berhasil meredam isu perang dagang AS-China yang dipicu oleh rencana kenaikan tarif bea masuk impor untuk produk asal China senilai US$267 miliar. (bir)