Serikat Pekerja Angkat Suara Soal Bos Baru Garuda Indonesia

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 20:23 WIB
Serikat Pekerja Angkat Suara Soal Bos Baru Garuda Indonesia Karyawan dan pilot Garuda Indonesia meminta dirut baru Ari Ashkara untuk menjaga komunikasi dengan karyawan, sembari menyelesaikan masalah perusahaan. (ANTARA FOTO/Moch Asim).
Jakarta, CNN Indonesia -- Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia Tbk (Sekarga) meminta Direktur Utama Perusahaan Ari Ashkara untuk menjaga komunikasi dengan karyawan, sembari menyelesaikan permasalahan yang membelit secara bersama-sama.

"Harus diperbaiki komunikasi dengan karyawan dan bersama-sama karyawan untuk menyelesaikan permasalahan Garuda," tegas Ketua Umum Sekarga Ahmad Irfan Nasution melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/9).

Pada beberapa waktu lalu, Serikat Pekerja Garuda Indonesia yang di dalamnya terdapat Sekarga dan Asosiasi Pilot Garuda sempat bersitegang. Serikat Pekerja dan karyawan bahkan mengancam menggelar aksi mogok. Serikat pekerja merasa tidak puas dengan kinerja manajemen dan menuntut perombakan direksi.


Pemerintah bahkan sempat menengahi konflik tersebut dengan membuat tim khusus yang dipimpin oleh Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa.

"Pergantian (direksi) ini murni hasil evaluasi kinerja dan mudah-mudahan direksi baru bisa membawa Garuda lebih baik," katanya.

Salah satu tuntutan yang dilontarkan serikat pekerja adalah pengurangan jumlah anggota dewan direksi dari delapan menjadi enam orang karena dianggap sebagai pemborosan. Cara itu dianggap sebagai alternatif dari penghematan dari sisi operasional dan pelayanan kepada penumpang.

Namun, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Garuda Indonesia sore ini tetap memutuskan jumlah anggota dewan direksi tetap delapan orang.

Menanggapi hal itu, Ahmad mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah selaku pemegang saham.


"Permintaan kami sudah kami sampaikan terutama untuk Direktur Cargo, tetapi pemerintah melihat pasar logistik begitu berkembang dan Direktur Cargo sekarang pun menjadi Direktur Cargo dan Pengembangan Usaha," terang dia.

Sebagai informasi, masalah finansial menjadi salah satu masalah yang perlu diatasi oleh manajemen. Mengutip laporan keuangan perseroan, hingga akhir semester I 2018, perseroan masih menderita kerugian sebesar US$114 juta.

Kerugian tersebut telah membaik dibandingkan kerugian periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$284 juta.


(bir)