FOTO

Aksi Greenpeace 'Membajak' Kilang Minyak Sawit Wilmar

ANTARA FOTO, Greenpeace, CNN Indonesia | Rabu, 26/09/2018 18:49 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 23 aktivis Greenpeace dari berbagai negara melakukan aksi damai dengan menduduki kapal pemasok minyak sawit milik PT Multi Nabati Sulawesi.

Aktivis Greenpeace menaiki perahu karet saat melakukan aksi di Bitung, Sulawesi Utara. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Sebanyak 23 aktivis Greenpeace dari sejumlah negara bersama empat personel grup band Boomerang melakukan aksi damai dengan menduduki kapal penyuplai minyak sawit dan tangki timbun milik PT Multi Nabati Sulawesi. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno).
Kilang minyak di Pulau Sulawesi mengolah minyak sawit dari produsen besar yang diduga melakukan perusakan hutan di Kalimantan dan Papua. Greenpeace/Rendra Hernawan).
Sejumlah aktivits Greenpeace dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Inggris, Perancis, dan Australia mengokupansi kilang minyak sawit yang dimiliki Wilmar International.(Greenpeace/Dhemas Reviyanto).
Aktivis Greenpeace menaiki kilang timbun minyak sawit milik PT Multi Nabati Sulawesi (PT MNS) saat melakukan aksi di Bitung, Sulawesi Utara. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww/18).
Wilmar International merupakan perusahaan minyak sawit terbesar di dunia yang memasok bahan baku bagi perusahaan ritel seperti Colgate, Mondelez, Nestlé and Unilever.(Greenpeace/Nugroho Adi).
Kilang pengolahan minyak sawit di Pulau Sulawesi berasal dari produsen minyak sawit terbesar di dunia. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno).
Aktivis Greenpeace melakukan aksi protes dengan membentangkan spanduk bertuliskan 'hentikan Minyak Sawit Kotor Sekarang' dan lukisan di kilang Wilmar International di Bitung, Sulawesi Utara. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno).
Personel grup band Boomerang beraksi di atas tangki timbun minyak sawit milik PT Multi Nabati Sulawesi (PT MNS) saat aksi yang diprakarsai oleh Greenpeace di Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (25/9). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww/18).
Aktivits Greenpeace melukis 'Stop Deforestasi Sekarang' pada tangki minyak sawit milik Wilmar International in Bitung, Sulawesi Selatan. (Greenpeace/Nugroho Adi Putera).