Joy Wahjudi Tak Lagi Pimpin Indosat karena Alasan Pribadi

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 26/09/2018 12:51 WIB
Joy Wahjudi Tak Lagi Pimpin Indosat karena Alasan Pribadi Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Indosat Ooredo Tbk Joy Wahjudi mengundurkan diri dari pucuk pimpinan perusahaan karena alasan pribadi. (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Indosat Ooredo Tbk Joy Wahjudi mengundurkan diri dari pucuk pimpinan perusahaan. Perseroan menyebut pengunduran Joy dilatarbelakangi alasan pribadi.

Komisaris Utama Indosat Ooredoo Waleed Al-Sayed menuturkan sektor telekomunikasi tengah menghadapi periode yang menantang untuk pengembangan bisnis. Untuk itu, perubahan struktural ini bisa membuka peluang pertumbuhan perusahaan.

"Hal ini khususnya terjadi di Indonesia dan kami memastikan bahwa Indosat Ooredoo memiliki posisi yang baik untuk mendorong masa pertumbuhan dan perkembangan ini," kata Waleed dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Rabu (26/9).



Waleed menyatakan perubahan nahkoda Indosat Ooredo bertepatan dengan rencana perusahaan untuk melakukan program transformasi. Lebih lanjut, kepemimpinan yang baru akan diumumkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB pada tanggal 17 Oktober 2018 mendatang.

Desas desus pengunduran diri Joy dari perusahaan sebenarnya sudah terdengar sejak Maret 2018. Akan tetapi, perseroan dengan kode saham ISAT tersebut belum mengafirmasi kebenaran kabar burung itu, hingga diturunkannya pernyataan resmi tersebut.

Dikonfirmasi soal alasan pengunduran dirinya, Joy menegaskan tidak ada kaitan dengan pekerjaan secara khusus, melainkan murni karena alasan pribadi. Ia menuturkan perihal pengunduran diri sudah disampaikannya kepada perseroan sejak akhir Agustus.


"Mekanisme di perseroan dijalankan sampai hari ini karena butuh waktu dari awal," ujarnya ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (26/9).

Joy mengatakan ia akan tetap berkiprah di industri telekomunikasi selepas dari Indosat Ooredo.

"Saya mau sementara waktu untuk istirahat dulu dan mencari inspirasi baru ke depan di industri ini," tegasnya.

Sebagai informasi, sepanjang semester I 2018 perusahaan telekomunikasi itu mencatatkan kinerja yang kurang cemerlang. Indosat Ooredo merugi sebesar Rp693,702 miliar, padahal periode yang sama tahun lalu perseroan mampu mengantongi laba hingga Rp784,207 miliar.


Kerugian itu disebabkan adanya penurunan pada penjualan perseroan sebesar 26,77 persen menjadi Rp11,06 triliun dari sebelumnya Rp15,11 triliun. (ulf/lav)