Tembus Rp15 Ribu per Dolar AS, Rupiah Terburuk di Pasar Spot

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 17:05 WIB
Tembus Rp15 Ribu per Dolar AS, Rupiah Terburuk di Pasar Spot Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.042 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Selasa (2/10) sore ini. Posisi ini melemah 132 poin atau 0,89 persen dari Senin (1/10) sore yang di Rp14.916 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.988 per dolar AS atau melemah 83 poin dari Senin kemarin yang di level Rp14.905 per dolar AS.

Di pasar spot, rupiah melemah paling dalam. Pelemahan rupiah diikuti won Korea Selatan yang minus 0,67 persen, rupee India melemah 0,58 persen, dan baht Thailand minus 0,36 persen.


Lalu, dolar Singapura minus 0,3 persen, peso Filipina minus 0,3 persen, dolar Hong Kong minus 0,13 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,11 persen. Hanya yen Jepang yang menguat 0,24 persen dari dolar AS.


Begitu pula di antara mata uang utama negara maju. Rubel Rusia melemah 0,82 persen, dolar Australia minus 0,77 persen, poundsterling Inggris minus 0,61 persen, euro Eropa minus 0,59 persen, dan dolar Kanada minus 0,17 persen. Hanya franc Swiss yang menguat 0,02 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pelemahan rupiah hari ini dipicu kesepakatan perubahan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/NAFTA) antara Kanada dan AS.

Kesepakatan ini memang telah diincar AS, setelah sebelumnya mengantongi persetujuan perubahan dari Meksiko. Selanjutnya, ketiga negara akan membuat perjanjian baru bertajuk The United States Mexico Canada Agreement (USMCA).

Semula kesepakatan antara Kanada-AS diharapkan dapat memberi sentimen positif kepada dolar Kanada, sehingga bisa mengimbangi penguatan dolar AS yang terjadi akibat data-data ekonomi Negeri Paman Sam positif di akhir pekan lalu. Namun ternyata, kesepakatan itu membuat penguatan dolar AS kian tinggi.


"Kesepakatan ini bisa dibilang kalau AS berhasil 'menang', meski perjanjian baru ini dianggap bisa menjadi win-win solution (solusi yang sama-sama menguntungkan)," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).

Selain itu, rupiah juga 'kecipratan' sentimen negatif dari defisit anggaran pemerintah Italia yang diperkirakan membengkak hingga 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut. Angka defisit itu dianggap terlalu tinggi karena ekspektasi Komisi Eropa, defisit anggaran Italia hanya sekitar 2,0 persen.

"Ini memberi sentimen pelemahan terhadap euro Eropa dan investor kembali memburu dolar AS karena pemerintah Italia dianggap tidak stabil," terangnya.

Dini memproyeksi rupiah akan bergerak di rentang Rp14.950-15.090 per dolar AS pada esok hari. Ia memperkirakan rupiah akan melemah karena sentimen negatif dari global masih tetap membayangi mata uang Garuda dan mata uang negara-negara lain.

(uli/agt)