FOTO : Rupiah Mulai Bikin Harga Pangan Naik, Daya Beli Turun

Bisma Septalisma, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 19:20 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pedagang pasar Kramat Jati mengatakan pelemahan rupiah mulai membuat harga sejumlah bahan pangan naik, sekaligus membuat daya beli masyarakat turun.

Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS hingga nyaris Rp15.200 per dolar AS, mulai memberi pengaruh terhadap harga jual sejumlah barang. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, misalnya, para pedagang mulai menaikkan harga jual, terutama untuk bahan-bahan yang berbasis impor. Diketahui, sejumlah bahan impor antara lain, beras, gula, daging sapi, kacang kedelai, dan lain sebagainya. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyebut transmisi pelemahan rupiah terhadap kenaikan harga barang dan jasa atau inflasi dapat melalui dua jalur. Yaitu, selisih kurs akan menaikkan impor pangan, dan kenaikan biaya logistik di dalam negeri. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Anto, salah seorang pedagang ayam di Pasar Kramat Jati mengatakan dalam empat hari belakangan, ia terpaksa menjual daging ayam di kisaran Rp35 ribu-Rp38 ribu per ekor dari sebelumnya Rp30 ribu per ekor. Kenaikan harga, kata Anto, dipicu oleh kenaikan nilai tukar dolar AS. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Namun, pedagang lainnya mengaku tidak ada kenaikan harga untuk sayur-sayuran. Harga sayur-sayuran di Pasar Kramat Jati relatif stabil. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Ain, pedagang tahu di Pasar Kramat Jati menuturkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS tidak berpengaruh terhadap harga barang dagangannya. Tetapi, ia mulai merasakan turunnya daya beli masyarakat. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi 0,05 persen pada Agustus 2018. Namun, BPS membantah deflasi dikarenakan daya beli masyarakat yang menurun. Menurut BPS, deflasi karena harga sejumlah barang dan jasa memang turun. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
BPS mencatat deflasi dikarenakan harga sejumlah bahan pangan menurun, seperti daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, dan cabai merah. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Pelaku industri makanan dan minuman memproyeksi terjadi kenaikan harga sekitar lima persen pada tahun depan, sebagai konsekuensi dari melemahnya rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Sementara itu, pelaku usaha ritel menyebut akan menahan ekspansi tahun depan apabila masyarakat mengerem konsumsinya. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).