Bank Dunia Kucurkan US$7,45 Miliar untuk 50 Proyek RI

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 18:28 WIB
Bank Dunia Kucurkan US$7,45 Miliar untuk 50 Proyek RI Ilustrasi IMF-World Bank. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- World Bank atau Bank Dunia tercatat mengucurkan dana sebesar US$7,45 miliar dalam bentuk pinjaman untuk 50 proyek di Indonesia. Seluruh proyek tersebut masih berstatus aktif.

Kebanyakan proyek yang didanai Bank Dunia tersebut sebagian besar ditujukan untuk program pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Mengutip situs Bank Dunia, 14 proyek aktif terkait dengan pengembangan pemerintah daerah, delapan proyek terkait kesehatan, delapan proyek terkait air, sanitasi, dan pengelolaan sampah, tujuh proyek terkait perlindungan sosial. Sementara sisanya, mengalir ke proyek-proyek pertanian, perikanan dan kehutanan.


Proyek aktif dengan komitmen terbesar yang masih berjalan adalah Proyek Inovasi Pedesaan (Village Innovation Program/VIP) dengan total komitmen sebesar US$650 juta atau sekitar 8,7 persen dari total komitmen.

Proyek yang memakan biaya mencapai US$4,5 miliar ini bertujuan untuk meningkatkan keuntungan yang diterima oleh desa melalui perbaikan tata kelola pemerintahan lokal dan kondisi sosial-ekonomi.

Tujuan tersebut dicapai dengan tiga komponen, yaitu pemberian hibah di tingkat kecamatan, pemberdayaan dan fasilitasi komunitas, termasuk dukungan implementasi dan asistensi teknis.


Proyek VIP disetujui pada 11 Desember 2012 dan akan ditutup pada 31 Desember 2018 mendatang. Per Mei 2018 lalu, komitmen pinjaman ini telah terserap US$551,31 miliar atau sekitar 85 persen dari total komitmen.

Selanjutnya, proyek aktif yang mendapat komitmen terbesar adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan di Bandung Barat yang berkapasitas 1.040 Mega Watt (MW) dengan nilai komitmen Bank Dunia mencapai US$640 juta dari total investasi yang menghabiskan US$800 juta.


Namun, dalam perjalanannya, Bank Dunia membatalkan total komitmen sebesar US$596 juta sehingga total komitmen menjadi US$44 juta. Per Juni 2018 lalu, total komitmen yang telah cair mencapai US$33,6 juta.


Pembangunan proyek mencakup pembangunan jalan akses, bendungan, saluran air, pembangkit listrik, hingga jalur transmisi. Tak hanya itu, proyek ini juga mencakup pengelolaan dampak sosial dan lingkungan. Kemudian, juga mencakup studi kelayakan dan persiapan awal untuk dokumen penawaran proyek PLTA Matenggeng.

Proyek yang telah disetujui sejak 31 Desember 2018 ini rencananya akan berakhir pada 31 Desember 2018.

Berikutnya, proyek aktif dengan nilai komitmen ketiga terbesar adalah Proyek Program Pengembangan Distribusi Listrik di mana komitmen Bank Dunia mencapai US$500 juta atau sekitar sepertiga dari total biaya proyek yang mencapai US$1,45 miliar.


Per Juli 2018 lalu, total komitmen yang telah dicairkan sebesar US$337,57 miliar atau sekitar 68 persen dari total komitmen.

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kelistrikan, efisiensi distribusi,dan keandalan layanan di sejumlah daerah di Indonesia.

Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk meningkatkan konsumsi listri dan memperbaiki kapasitas badan usaha dalam hal ini PT PLN (Persero). Proyek berlangsung mulai 22 April 2016 hingga 30 April 2020. (sfr/bir)