Pemerintah Sudah Habiskan Rp192 Miliar untuk Pertemuan IMF-WB

Tim, CNN Indonesia | Senin, 08/10/2018 20:23 WIB
Pemerintah Sudah Habiskan Rp192 Miliar untuk Pertemuan IMF-WB Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia sudah mengeluarkan anggaran Rp192 miliar guna menghelat Pertemuan IMF-WB. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Nusa Dua, CNN Indonesia -- Pemerintah mengaku telah menghabiskan anggaran Rp192,1 miliar untuk menggelar perhelatan pertemuan tahunan 189 negara anggota Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) yang dimulai pada hari ini, Senin (8/10),

Realisasi anggaran itu mencapai 22,5 persen dari total yang disiapkan pemerintah sebesar Rp855 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017 dan 2018.

"Pendanaan dari APBN 2017-2018 sebanyak Rp855 miliar, tapi yang kami gunakan akhirnya Rp556 miliar dan yang sudah dibayarkan sebesar Rp192,1 miliar. Angka ini kami hemat dari yang tidak perlu," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sekaligus Ketua Panitia Nasional AM IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10).



Menurut Luhut, anggaran tak hanya dikeluarkan pemerintah untuk pelayanan para tamu undangan AM IMF-WB 2018. Pemerintah juga turut memperbaiki infrastruktur guna mendorong sektor pariwisata dan perhubungan di Tanah Air dan memanfaatkan pertemuan tersebut.

Salah satunya, menurut Luhut, pemerintah telah memperluas lapangan terbang beberapa bandara di Indonesia sehingga kapasitas pesawat dan penumpang bisa meningkat.

"Kami membuat untung Republik Indonesia dengan pariwisata, misalnya dengan perbaikan apron pesawat kami percepat. Kami perbaiki lapangan terbang di Banyuwangi dan Danau Toba. Kami juga perbaiki Labuan Bajo, Mandalika, dan lainnya," katanya.

Selain memberi manfaat dari percepatan pembangunan sektor pariwisata dan perhubungan, kucuran dana untuk perhelatan pertemuan IMF-WB 2018 dipastikan akan meningkatan perekonomian Bali.

"Turis di Bali akan naik 1,2 juta per tahun, sehingga okupansi hotel naik dari 60-70 persen menjadi 70-80 persen," terangnya.


Di sisi lain, pertemuan ini juga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Luhut bilang, setidaknya ada 20 ribu pekerja lokal yang terserap untuk acara bertaraf internasional ini.

"Ekonomi Bali mendapat 23.700 lapangan kerja, 2.000 pekerja seni, dan ada sekitar 400 anak muda yang kami seleksi untuk ikut acara ini, mereka jadi dapat pengalaman," pungkasnya.

Luhut sebelumnya juga menyebut sekitar Rp300 miliar akan kembali ke kantong pemerintah melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). PNBP tersebut berasal dari dana yang dibayarkan IMF dan World Bank untuk sewa hotel dan berbagai akomodasi yang digunakan mereka selama pertemuan tahunan tersebut. 

Acara pertemuan IMF-WB 2018 diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali. Acara ini akan resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat mendatang (12/10). (uli/agi)