Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan Finlandia saat ini memiliki teknologi pembangkit listrik tenaga diesel yang bisa tetap bisa beroperasi menggunakan minyak nabati.
Pemerintah ingin PLN bekerja sama dengan Finlandia untuk mengonversi seluruh penggunaan diesel menjadi minyak nabati, yang ditargetkan 1,8 Gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya teknologi pembangkit diesel, pemerintah berharap Finlandia juga bisa membawa teknologi biomassa ke Indonesia. Sebab, menurut Rida, Finlandia memiliki boiler yang bisa mencampur bahan bakar biomassa dengan bahan bakar lain. Sebagai contoh, boiler Finlandia bisa mencampur biomassa dari sampah organik dan kemudian bisa dicampur ke pembangkit listrik tenaga uap.
Menurutnya, kerja sama ini perlu ditindaklanjuti karena Indonesia dan Finlandia telah menyepakati proyek EBT ketika Presiden Finlandia Sauli Väinämö Niinistö bertemu Presiden Joko Widodo 2015 silam. Selain itu, perusahaan asal Finlandia, Wärtsilä sebelumnya juga telah bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).
"Finlandia adalah salah satu negara yang terhijau. Tapi juga listriknya dengan harga yang murah, itu kan artinya datang dari teknologi yang murah juga. Kami berharap itu bisa dibawa ke Indonesia," pungkas dia.
Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2017 hingga 2026, bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) akan naik dari 11,9 persen ke angka 22,4 persen 10 tahun mendatang. Sementara itu menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi EBT di dalam bauran energi hingga akhir tahun lalu baru 11,27 persen. (glh/agi)