Dalam langkah yang tidak biasa tersebut, Federasi Serikat pekerja Belanda, Federasi pekerja Transportasi Internasional dan Layanan Publik Internasional menyatakan upaya pengemplangan pajak tersebut telah membuat pekerja menderita.
Dalam pengaduan setebal 35 halaman tersebut mereka menyatakan Chevron telah menggunakan anak perusahaan cangkangnya di Belanda, yang memiliki 100 perjanjian penghindaran perpajakan berganda (tax treaty) dengan 100 negara, untuk mengalihkan aset, dividen, bunga dan royalti yang belum terbayar pajaknya di wilayah operasi; Nigeria, Argentina, Venezuela ke negara surga pajak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi sayang, sampai dengan berita diturunkan, upaya konfirmasi yang dilakukan ke Chevron baik melalui email maupun telpon tidak membuahkan hasil. Reuters juga tidak mengetahui secara pasti kenapa perusahaan minyak asal AS tersebut diadukan.