BUMN Tawarkan Peluang Investasi Rp644 T di Pertemuan IMF-WB

CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 15:38 WIB
BUMN Tawarkan Peluang Investasi Rp644 T di Pertemuan IMF-WB Menteri BUMN Rini Soemarno saat melihat maket pembangunan infrastruktur di Pertemuan IMF-World Bank. (ICom/AM IMF-WBG/Jefri Tarigan)
Nusa Dua, CNN Indonesia -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menawarkan peluang investasi US$42,2 miliar atau sekitar Rp644 triliun (asumsi kurs Rp15.200 per dolar AS) pada 80 proyek perusahaan plat merah. Total nilai proyek-proyek tersebut mencapai US$86,1 miliar atau sekitar Rp1.308 triliun.

Kesempatan investasi proyek-proyek BUMN tersebut ditawarkan di Paviliun Indonesia kepada sejumlah investor yang turut hadir dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali.

Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K. Ro mengatakan ada lima fokus area pengembangan proyek infrastruktur BUMN, yakni sektor elektrifikasi, konektivitas jalan, konektivitas laut, konektivitas bandara, dan konektivitas digital broadband.



"Kami akan memastikan konsistensi pelaksanaan dari proyek-proyek infrastruktur dasar seperti jalan tol, pelabuhan laut, bandara, dan telekomunikasi. Kami terus mendorong perbaikan infrastruktur," ujar Aloysius di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

Berdasarkan data Kementerian BUMN, peluang investasi untuk sektor konstruksi dan infrastruktur mencapai US$16,2 miliar dari 30 proyek. Selain itu, ada pula peluang investasi untuk sektor manufaktur sebesar US$600 juta, dan sektor-sektor lainnya.


Saat ini, menurut dia, Indonesia tengah berupaya mencapai rasio elektrifikasi sebesar 99,9 persen pada akhir 2019. Pemerintah juga tengah berupaya mewujudkan panjang jalan tol mencapai 1.794 km, meningkatkan kapasitas angkutan laut menjadi 34,8 juta teus, serta meningkatkan kapasitas bandara menjadi 235 juta penumpang pada 2019.

"Untuk memastikan itu dapat berjalan lancar, kami berkomitmen untuk selalu mendorong BUMN agar berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya dengan mencari sumber pendanaan dari pasar keuangan," terang dia. (aud/agi)