Makna Acungan Jari Telunjuk Bos IMF di Pertemuan Bali

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 14/10/2018 19:03 WIB
Makna Acungan Jari Telunjuk Bos IMF di Pertemuan Bali Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim sempat berpose mengacungkan jari telunjuk mereka saat upacara penutupan Pertemuan Tahunan IMF - Bank Dunia 2018, di Nusa Dua Bali, Minggu (14/10).

Kejadian itu terjadi saat di akhir acara, keduanya bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Padjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berfoto bersama.

Luhut menjelaskan kepada wartawan, bahwa pose tersebut tak terkait dengan urusan politik.


Pose jari telunjuk itu kerap diidentikan dengan pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jokowi dan Ma'ruf mendapatkan nomor urut 01 dalam Pilpres 2019.

Kata Luhut, pose tersebut bermakna bahwa kedua lembaga internasional mengapresiasi penyelenggaraan IMF-WB yang dihelat di era Presiden Jokowi. Kata Luhut, artinya Indonesia nomor satu.

Luhut menegaskan bahwa Lagarde dan Kim tidak boleh berpolitik. Diakui Luhut, memang saat berpose di depan, Lagarde sempat menanyakan arti angka satu.
Mendengar pertanyaan Lagarde, Luhut sempat menyinggun dan menyatakan bahwa dia adalah pendukung pemerintahan Jokowi.

"Christine dan Jim Kim tidak boleh berpolitik tetapi mereka bilang 'Pilihan kalian ya benar sekali karena paling tidak yang kami tahu, apa yang kami rasakan, bukan hanya kami, tetapi semua yang datang mengatakan kepemimpinan Presiden Jokowi sangat baik'," ujar Luhut usai menghadiri upacara penutupan Pertemuan Tahunan IMF - Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10).

Pujian kepada pemerintah Indonesia tidak hanya berasal dari Lagarde dan Kim. Namun, kata Luhut, pujian juga berasal dari petinggi bank-bank kelas dunia maupun pelaku usaha global.

"Hampir semua yang saya temui memberikan apresiasi terhadap pemerintahan Joko Widodo," ujarnya.

Menurut Luhut, masyarakat harus merasa bangga menjadi orang Indonesia. Pasalnya, selama gelaran Pertemuan Tahunan IMF - Bank Dunia 2018, Indonesia mendapatkan banyak pujian dari para petinggi dunia.

"Saya harus mengatakan, Anda harus bangga dengan negara Anda. Anda melihat setiap orang bangga melihat negara Anda," ujarnya.

Selama perhelatan IMF-WB, tercatat dihadiri sebanyak 36.669 peserta. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang teregistrasi, yang terdiri dari 15.049 peserta yang mendaftar melalui sistem IMF-Bank Dunia dan 21.620 peserta sisanya mendaftar melalui Panitia Nasional.
(sfr/ugo)