Sri Mulyani: 'Musim Dingin' Akan Hampiri AS, Eropa, dan China

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 14/10/2018 17:21 WIB
Sri Mulyani: 'Musim Dingin' Akan Hampiri AS, Eropa, dan China Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai 'musim dingin' akan menghampiri negara maju. Namun, diharapkan acara IMF-World Bank di Bali membantu meredam gejolak itu. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).
Nusa Dua, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengibaratkan persoalan perang dagang yang masih berlanjut sebagai musim dingin bagi negara-negara maju. Namun, dia berharap Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali dapat membantu meredam gejolak ekonomi dunia tersebut.

"Musim dingin akan datang di Amerika Serikat (AS), Eropa, Jepang, dan China. Kami ingin memberi kehangatan, rasa cinta, sayang, dan semangat kerja sama dari Bali, sehingga bisa membantu menciptakan perlindungan yang nyaman selama musim dingin di sana," ujarnya di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10).

Selama pertemuan berlangsung, ia menilai semangat multilaterisme dan kerja sama antar negara terus berkobar. Tanpa kerja sama, negara-negara di dunia tidak akan bisa bertahan dari perekonomian yang masih penuh ketidakpastian. Semangat ini bertolak belakang dengan kondisi di negara barat, terutama AS, yang gencar menggaungkan proteksionisme.


"Ada risiko di perekonomian global yang kita harus bahas. Kalau kita membahasnya dengan semangat koordinasi, saya kira kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik," terang Sri Mulyani.

Di tempat yang sama, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim menekankan tidak ada yang meragukan bahwa musim dingin akan datang. Tanpa kerja sama dunia, ia yakin ekonomi dunia akan mengalami krisis.

"Senjata yang paling kuat untuk menghadapi tantangan itu adalah solidaritas," imbuh Kim.

Kim juga mengingatkan bahwa latar cerita Game of Thrones adalah era sebelum multilateralisme berkembang, yaitu saat sebagian besar masyarakat sangat miskin dan orang-orang kaya saling berjuang untuk mendapatkan kekayaan.

Padahal, sejak Perang Dunia ke II, dunia telah dibangun dengan dukungan dari sistem multilateral dan kerja sama. Saat ini, dunia menghadapi tantangan terbesar berupa kurangnya solidaritas antar negara, budaya hingga agama.


"Pekan ini, Indonesia telah memberikan kita semua dengan visi yang menginspirasi dengan semangat baru multilateralisme, solidaritas di antara wanita serta determinasi untuk menjamin tidak ada satu pun orang miskin yang tertinggal," kata Kim.

Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 resmi ditutup sore ini, Minggu (14/10). Selama sepekan digelar, rangkaian pertemuan membahas beragam isu-isu dunia baik di negara maju maupun negara berkembang.

Selain itu, pertemuan juga membahas mengenai manajemen risiko bencana alam hingga perkembangan ekonomi digital seperti teknologi finansial.


(sfr/bir)