Pertemuan IMF-WB Beri Rezeki Jutaan Pada Sopir Taksi di Bali

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 14/10/2018 06:08 WIB
Pertemuan IMF-WB Beri Rezeki Jutaan Pada Sopir Taksi di Bali Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia memberikan berkah melimpah ke supir taksi di Nusa Dua, Bali. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Nusa Dua, Bali, CNN Indonesia -- Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) - Bank Dunia 2018 membuat pengemudi taksi yang beroperasi di kawasan Nusa Dua kebanjiran rezeki. Pasalnya, penyelenggara membatasi akses transportasi umum di kawasan Nusa Dua selama perhelatan berlangsung pada 8-14 Oktober 2018.

Hanya berstiker khusus yang bisa memasuki area Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua, Bali, tempat berlangsungnya acara. Jumlah armadanya berkisar 700 unit dan sebagian berasal dari Koperasi Wisata Nusa Dua.

Wirana, seorang pengemudi taksi dari Koperasi Wisata Nusa Dua, mengaku mendapatkan penghasilan melampaui hari biasa selama perhelatan berlangsung. Jika ia berangkat dari pagi, ia bisa mengantongi jutaan dalam sehari.


"Kalau hari biasa, normalnya Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari," ujar Wirana kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/10).


Menurut Wirana, pada hari biasa penghasilan supir taksi di kawasan Nusa Dua tak menentu. Kalau sedang sial, ia hanya membawa pulang puluhan ribu di kantongnya. Sebaliknya beruntung mendapatkan penumpang yang ingin menyewa jasanya seharian, ia bisa mendapatkan ratusan ribu.

"Ini saya baru keluar jam 11 sudah dapat 150 ribu," ujar Wirana sambil melirik jam tangan yang menunjukkan pukul dua siang.

Rata-rata, jarak tempuh perjalanan taksi ke lokasi tujuan penumpang selama pertemuan tahunan berlangsung terbilang dekat; kurang lima kilometer. Sesuai ketentuan, pembayaran minimal penumpang adalah Rp30 ribu per perjalanan meski argo masih di bawah Rp30 ribu.

Terkadang, ia juga mendapatkan tip dari penumpang yang tidak ingin mengambil uang kembalian. Karena ketersediaan taksi yang memiliki stiker akses masuk ke kawasan Nusa Dua terbatas, ada kalanya begitu ia menurunkan, penumpang lain sudah siap masuk.

"Besok (Minggu (13/10)) mungkin sudah mulai sepi. Puncaknya (puncak Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018) kan kemarin," jelasnya. Kenaikan penghasilan juga dialami oleh Nyoman Mertha, supir taksi di Nusa.


Pria paruh baya ini mengaku penghasilannya meningkat bahkan sebelum perhelatan berlangsung. "Ada kenaikan karena (kendaraan) yang lain tidak bisa masuk seperti Gocar, Grab itu tidak bisa masuk," ujarnya.

Kesempatan Bali menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia tak setiap saat bisa didapat. Karenanya, meski selama beberapa hari beberapa titik di Nusa Dua mengalami kemacetan, Nyoman tetap menikmatinya.

"Biasanya, saya menunggu saja di hotel. Kalau ada penumpang yang ingin naik, penumpang meminta ke petugas hotel dan nanti saya jemput," ujar pria yang baru setahun ini berprofesi sebagai supir taksi.

Setelah pertemuan berakhir, Wirana dan Nyoman akan kembali ke rutinitasnya menjadi supir taksi di kawasan Nusa Dua. Tamu yang diantar keduanya pun berganti dari turis berdasi menjadi turis yang datang untuk berlibur di Pulau Dewata.

(sfr/agt)