Rupiah Tak Terangkat Sentimen Positif Surplus Neraca Dagang

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 17:14 WIB
Rupiah Tak Terangkat Sentimen Positif Surplus Neraca Dagang Ilustrasi nilai tukar rupiah. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini melemah 23 poin atau 0,15 persen ke level Rp15.220 per dolar AS dari posisi kemarin. Pelemahan rupiah terjadi meski data neraca perdagangan mencatatkan surplus pada September 2018.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.246 per dolar AS atau melemah dari akhir pekan lalu di Rp15.194 per dolar AS.

Bersama rupiah, sejumlah mata uang di kawasan Asia ikut melemah dari dolar AS. Rupee India melemah 0,61 persen, won Korea Selatan minus 0,28 persen, peso Filipina minus 0,08 persen, dolar Hong Kong minus 0,03 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,02 persen. Namun, renminbi China menguat 0,01 persen, dolar Singapura 0,1 persen, baht Thailand 0,24 persen, dan yen Jepang 0,44 persen.


Sebaliknya, mata uang utama negara maju justru mayoritas menguat dari mata uang Negeri Paman Sam. Franc Swiss menguat 0,76 persen, rubel Rusia 0,74 persen, dolar Australia 0,42 persen, euro Eropa 0,27 persen, dolar Kanada 0,1 persen. Hanya poundsterling Inggris yang melemah 0,01 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pergerakan rupiah cenderung tertahan hari ini karena sentimen eksternal masih membayangi pergerakan mata uang Garuda.

Meski sebenarnya ada sentimen positif dari dalam negeri, yaitu rilis data neraca perdagangan yang mencatatkan surplus tipis US$230 juta pada September 2018.


"Sayangnya sentimen positif itu belum terlalu bisa menopang penguatan rupiah soalnya hari ini masih ada kekhawatiran dari melemahnya bursa saham global dan outlook perlambatan ekonomi global," ujar Dini kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/10).


(uli/agi)