Jokowi Minta Perang Dagang Dimanfaatkan untuk Genjot Ekspor
Tim | CNN Indonesia
Rabu, 24 Okt 2018 13:37 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau pengusaha serta anak buahnya untuk jeli memanfaatkan perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Ia meminta agar konflik dagang antara dua negara besar tersebut dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kinerja ekspor dalam negeri.
Hal tersebut ia sampaikan dalam pembukaan Pameran Perdagangan Indonesia ke-33 di di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Rabu (24/10). "Gunakan perang dagang. Ini ada peluang untuk masuk ke pasar yang ditinggalkan oleh yang baru berperang, ini kesempatan dan gunakan sebaik mungkin," kata Jokowi.
Jokowi menyatakan banyak pasar internasional, terutama nontradisional yang selama ini belum digarap maksimal oleh pengusaha dan atase perdagangan Indonesia. Pasar tersebut antara lain; Asia Selatan, Turki, Pakistan, Rusia, Afrika, bahkan ASEAN.
Pasar tersebut cukup menjanjikan bagi kinerja ekspor Indonesia. Para pengusaha, duta besar, dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) di luar negeri harusnya melihat itu semua sebagai peluang.
"Ini peluang besar yang tidak pernah kita urus, sekarang mulai kita urus dengan baik," tutur mantan Wali Kota Solo tersebut.
Jokowi mengatakan perhatian besar yang telah diberikan pemerintah terhadap pasar ekspor non tradisional telah membuahkan hasil. Salah satu hasil, tercermin dari pertumbuhan Ekspor Indonesia periode Januari-September 2018 yang berhasil mencapai 9,2 persen dibanding tahun lalu.
Jokowi mengatakan ingin kinerja ekspor tersebut terus ditingkatkan. Ia juga berencana memberikan insentif agar ekspor bisa terus ditingkatkan.
"Tapi, saya belum tahu insentif apa yang bisa diberikan sehingga pabrik, dunia usaha, industri semua terdorong masuk ke pasar ekspor," katanya.
(chri/agt)
Hal tersebut ia sampaikan dalam pembukaan Pameran Perdagangan Indonesia ke-33 di di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Rabu (24/10). "Gunakan perang dagang. Ini ada peluang untuk masuk ke pasar yang ditinggalkan oleh yang baru berperang, ini kesempatan dan gunakan sebaik mungkin," kata Jokowi.
Jokowi menyatakan banyak pasar internasional, terutama nontradisional yang selama ini belum digarap maksimal oleh pengusaha dan atase perdagangan Indonesia. Pasar tersebut antara lain; Asia Selatan, Turki, Pakistan, Rusia, Afrika, bahkan ASEAN.
Pasar tersebut cukup menjanjikan bagi kinerja ekspor Indonesia. Para pengusaha, duta besar, dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) di luar negeri harusnya melihat itu semua sebagai peluang.
Jokowi mengatakan perhatian besar yang telah diberikan pemerintah terhadap pasar ekspor non tradisional telah membuahkan hasil. Salah satu hasil, tercermin dari pertumbuhan Ekspor Indonesia periode Januari-September 2018 yang berhasil mencapai 9,2 persen dibanding tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, saya belum tahu insentif apa yang bisa diberikan sehingga pabrik, dunia usaha, industri semua terdorong masuk ke pasar ekspor," katanya.