Paling Kuat di Asia, Rupiah Sentuh Rp14.804 per Dolar AS

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 17:13 WIB
Paling Kuat di Asia, Rupiah Sentuh Rp14.804 per Dolar AS Nilai tukar rupiah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.804 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Selasa (6/11). Posisi ini menguat 172 poin atau 1,15 persen dari kemarin sore, Senin (5/11) di Rp14.976 per dolar AS.
Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.891 per dolar AS atau menguat dari kemarin di Rp14.972 per dolar AS.
Di kawasan Asia, rupiah kembali menjadi mata uang yang menguat paling tinggi dari dolar AS. Penguatan rupiah diikuti peso Filipina 0,57 persen, rupee India 0,19 persen, renminbi China 0,19 persen, dan dolar Singapura 0,09 persen.

Sedangkan dolar Hong Kong stagnan dan beberapa mata uang lainnya melemah. Baht Thailand melemah 0,01 persen, won Korea Selatan minus 0,02 persen, yen Kpeang minus 0,05 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,44 persen.
Begitu pula mayoritas mata uang utama negara maju, turut menguat dari dolar AS. Dolar Australia menguat 0,36 persen, poundsterling Inggris 0,27 persen, rubel Rusia 0,13 persen, euro Eropa 0,13 persen, dan franc Swiss 0,07 persen. Hanya dolar Kanada yang melemah 0,02 persen dari dolar AS.
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan penguatan rupiah hari ini dipicu oleh sentimen eksternal berupa hasil Pemilu Kongres AS yang terlihat agak mengancam Partai Republik, partai pemenangan Presiden AS Donald Trump.

"Hal ini memberi sentimen bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lagi dilakukan Trump bisa terintervensi. Sentimen ini membuat dolar AS dihindari karena kondisi politik di AS," ujar Dini kepada CNNIndonesia.com, Selasa (6/11).
Sementara, sentimen pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping justru tengah mereda. Meski, pihak pemerintah China kembali memberi pernyataan bersedia berkomunikasi lebih lanjut dengan AS. "Tapi sentimen ini tidak mendominasi sentimen pergerakan pasar hari ini," pungkasnya.



(uli/agi)