Merpati Bangun dari 'Mati Suri' Kalau Kreditur Merestui

CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 17:30 WIB
Merpati Bangun dari 'Mati Suri' Kalau Kreditur Merestui Ilustrasi Merpati Airlines. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati Airlines) dapat kembali beroperasi kalau usulan rencana bisnis atau homologasi disetujui oleh para kreditur.

Harap maklum, hingga saat ini, Kepala Bagian Humas dan Protokol Kementerian BUMN Ferry Andrianto mengatakan perusahaan masih dalam proses pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri (PN) Niaga Surabaya.

"Merpati Airlines dapat segera beroperasi apabila usulan rencana bisnis (homologasi) disetujui oleh para kreditur dan ditetapkan pengadilan, serta seluruh persyaratan bisa dipenuhi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (12/11).


Maskapai penerbangan pelat merah ini diketahui mati suri sejak 1 Februari 2014 silam karena tekanan finansial. Pada akhir tahun lalu, perusahaan memiliki beban utang kepada sejumlah kreditur sebesar Rp10,72 triliun.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, total aset yang dimiliki Merpati pada akhir 2017 hanya tersisa Rp1,21 triliun. Karena perusahaan tidak beroperasi, maka tak ada raihan pendapatan maupun laba bersih. Alhasil, ekuitas perusahaan pun tercatat minus Rp9,51 triliun dan perusahaan merugi Rp737 miliar.

Namun, Direktur Utama Merpati Airlines Asep Ekanugraha mengklaim perusahaan siap beroperasi tahun depan, menyusul rencana restrukturisasi dan revitalisasi. Manajemen, lanjut Asep, telah menemukan investor yang siap menyuntikkan dana segar.


PT Intra Asia Corpora disebut-sebut akan menjadi investor Merpati Airlines. Dikabarkan, dana segar yang akan disuntikkannya mencapai Rp6,4 triliun.
Intra Asia Corpora sendiri merupakan perusahaan investasi yang berafiliasi dengan Asuransi Intra Asia dan PT Cipendawa Tbk yang sempat terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten CPDX.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi rencana tersebut dengan meminta PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA untuk melakukan uji tuntas (due diligence) terhadap seluruh skenario penyelamatan maskapai, termasuk soal penggunaan aliran modal dari investor swasta.

"Kalau seandainya mereka (calon investor) memiliki modalitas yang kredibel, kami siap mendukung dengan baik, karena buat pemerintah kalaupun perusahaan itu sekarang bangkrut kami cuma mendapatkan sisa-sisa dari pinjaman yang sudah disalurkan, tetapi tidak bisa dikembalikan," ujar Sri Mulyani usai menghadiri upacara Hari Pahlawan di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (12/11).


(ulf/bir)