Surati Jonan, PLN Minta Harga Gas Khusus Pembangkit Listrik

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 14:50 WIB
Surati Jonan, PLN Minta Harga Gas Khusus Pembangkit Listrik Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gresik. (ANTARA FOTO/Moch Asim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima permintaan penetapan harga gas khusus untuk ketenagalistrikan dari PT PLN (Persero). Permintaan tersebut disampaikan melalui surat yang dikirimkan oleh Direktur Utama PLN kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan.

"Suratnya baru sampai ke Pak Menteri (Menteri ESDM Ignasius Jonan). Saya baru menerima disposisi (surat PLN) hari ini," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Someng di kantor Kementerian ESDM, Senin (19/11).

Dalam suratnya, PLN meminta pemerintah mematok harga gas untuk sektor ketenagalistrikan maksimal sebesar US$6 per MMBTU di gerbang pembangkit (plant gate). Usulan harga tersebut sesuai hasil rapat dengan Panitia Kerja (Panja) Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).


"Sekarang, ada (gas) yang harganya US$7 per MMBTU, ada yang US$11 per MMBTU, macam-macam tergantung tempat," jelasnya.


Pemerintah, lanjut Andy, memahami perseroan mencari cara agar bisa menyeimbangkan tarif listrik yang ditahan dengan biaya produksi yang terus bergerak. Hal itu dilakukan demi menjaga keberlanjutan bisnis perseroan, termasuk kemampuan untuk berinvestasi dan ekspansi.

"Kami juga perlu memikirkan supaya jangan sampai proses produksi terganggu karena kami ingin tetap mempertahankan harga di hilir (tarif listrik)," ujarnya.

Selanjutnya, pemerintah akan membahas kemungkinan pemberian harga khusus tersebut. Sejauh ini, Andy melihat ada peluang untuk memberikan harga khusus untuk gas yang selama ini belum terserap (uncommited cargo). Namun, hal itu perlu pembahasan lebih lanjut berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) dan pihak lain yang terkait.


"Jangan sampai ada gas yang uncommitted yang tidak bisa dimanfaatkan. Kan bagus juga kalau dimanfaatkan," ujarnya.

Andy mengungkapkan porsi gas dalam bauran energi primer pembangkit listrik akan terus meningkat. Per kuartal III 2018, porsi gas tercatat 22,3 persen dan diperkirakan bakal naik menjadi 25 persen pada 2025.

Rencananya, lanjut Andy, Kementerian ESDM bakal mulai membahas Rencana Usaha Penyedaan Tenaga Listri (RUPTL) 2019 - 2028 pada Kamis (22/11) pekan ini. Di dalam RUPTL tersebut, pemerintah akan mencantumkan penyesuaian target di sektor ketenagalistrikan, termasuk perkembangan pemanfaatan gas dan sumber energi primer lainnya. (sfr/agi)