Sebanyak 5,2 Juta Penduduk Indonesia Belum Dapat Listrik

CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 16:59 WIB
Sebanyak 5,2 Juta Penduduk Indonesia Belum Dapat Listrik Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan ada 5,2 juta penduduk yang belum dapat listrik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan hingga kuartal III 2018 rasio eletrifikasi nasional telah mencapai 98 persen. Capaian itu telah melampaui target tahun ini yang sebesar 97,5 persen.

"Saat ini, 98 persen dari masyarakat di tanah air sudah menikmati layanan listrik. Ini melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) yang sebenarnya hanya sebesar 97,5 persen rasio elektrifikasi di akhir 2018, tahun depan targetnya 99,9 persen,"ujar Jonan dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (24/10).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, rasio elektrifikasi hingga kuartal III 2018 mayoritas disokong oleh layanan PT PLN (Persero) sebanyak 95,43 persen, Non PLN 2,5 persen, dan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTHSE) 0,12 persen.
Meski melampaui target, lanjut Jonan, sisa 2 persen yang belum terjangkau dalam rasio elektrifikasi setara dengan 5,2 juta masyarakat Indonesia. Sebagian besar masyarakat yang belum merasakan layanan listrik berada di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Rata-rata rasio elektrifikasi di daerah tersebut masing-masing hanya 61,01 persen dan 81,66 persen jauh di bawah rata-rata nasional.


"5,2 juta masyarakat Indonesia yang belum menikmati penerangan atau listrik itu sangat banyak, setara dengan seluruh populasi Negara Singapura, karena itu saya sangat berharap tahun depan seluruhnya akan dapat menikmati penerangan dan untuk daerah-daerah yang terisolir dan sulit dijangkau kita gunakan energi baru terbarukan," ujarnya.

Jonan mengatakan pemanfaatan energi baru terbarukan akan melengkapi rasio kelistrikan di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Selain ketersediaan pasokan, untuk sektor kelistrikan Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan agar harga listrik dapat dijangkau semua masyarakat.
Artinya, layanan listrik bukan hanya terjangkau bagi lapisan masyarakat menengah saja. "Terjangkau masyarakat itu tidak bisa di lapisan menengah tetapi harus dihitung dari lapisan saudara-saudara kita yang masih kurang beruntung sehingga masih rentan miskin," ujarnya.

Selanjutnya, pemerintah terus berupaya melistriki seluruh wilayah Indonesia agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati listrik.

"Kami tidak ingin pembangunan manusia Indonesia di daerah-daerah sulit dan terpencil terhambat dan makin lama kian ketinggalan oleh masyarakat kota yang sudah dapat memiliki akses internet dan dapat belajar kapanpun waktunya baik siang maupun malam," ujarnya.
(agt)