Induk Usaha Distributor Nike Bakal Melantai di Bursa Saham

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 18:10 WIB
Induk Usaha Distributor Nike Bakal Melantai di Bursa Saham Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan ritel sandang, PT Mega Perintis, siap melantai di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Pemilik merek Manzone sekaligus distributor Nike Indonesia itu melepas sebanyak-banyaknya 230 juta saham atau 27,71 persen dari modal disetor.

Mengutip keterangan resmi yang diterima CNN Indonesia.com pada Senin (19/11), perseroan menawarkan harga saham pada rentang Rp250-Rp300 per saham kepada publik. Dari hajatan ini, perseroan bakal meraup dana segar sebesar Rp57,5 miliar - Rp69 miliar

Direktur Utama PT Mega Perintis FX Afat Adinata Nursalim mengatakan perseroan memiliki 573 gerai di seluruh Indonesia.



"Langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola," kata Afat dalam keterangan tertulis.

Wientoro Prasetyo, Presiden Direktur PT Lotus Andalan Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek memaparkan, dana dari aksi korporasi akan dialokasikan untuk penambahan modal kerja sebanyak 43 persen. Sedangkan, 31 persen dialokasikan untuk pengembangan usaha melalui penambahan jumlah gerai baru.

"Sisanya sekitar 26 persen akan digunakan perseroan untuk pengembalian fasilitas Short Term Loan (STL) seasonal dari salah satu institusi perbankan," kata Wientoro.


Selain itu, perseroan juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 10 persen untuk karyawan melalui program Employee Stock Allocation (ESA).

Masa pembentukan harga atau bookbuilding rencananya dilakukan pada 19-22 November 2018. Selanjutnya, masa penawaran awal IPO dijadwalkan pada 4-6 Desember 2018.

Perseroan menargetkan dapat mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 November 2018. Untuk pencatatan saham di BEI diagendakan pada 12 Desember 2018.


Dari sisi kinerja keuangan, PT Mega Perintis mencatat penjualan bersih hingga Juni 2018 sebesar Rp
254,91 miliar. Perseroan juga berhasil meraih laba bersih Rp29,03 miliar.

Pada akhir 2017, perseroan berhasil mencetak pendapatan Rp397,67 miliar atau naik 17,8 persen dari 2016 sebesar Rp337,37 miliar. Laba bersih pada 2017 juga bertumbuh 11 persen menjadi Rp30,60 miliar dari laba 2016 sebesar Rp27,69 miliar.

Perseroan memiliki tiga anak usaha yaitu, PT Mitrelindo Global, PT Mega Putra Garment, dan PT Mitra Perintis Merdeka.


PT Mitrelindo Global menjadi distributor brand Basic House asal Korea dan retailer resmi Nike di Indonesia. Pada tahun 2015, Mitrelindo Global juga menjadi retailer Adidas Neo.

Sementara itu, PT Mega Putra Garment bergerak di bidang garmen dengan 573 gerai dan satu pabrik garmen di Pemalang dengan kapasitas 2,4 juta pakaian per tahun. Selanjutnya, PT Mitra Perintis Merdeka bergerak di bidang perdagangan. (ulf/lav)