Bakrieland Buka Peluang Tukar Guling Utang dengan Aset

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 23:03 WIB
Bakrieland Buka Peluang Tukar Guling Utang dengan Aset Ilustrasi. (cnnindonesia/safirmakki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menyiapkan skenario berupa membayar utang dengan aset (debt to asset swap) untuk merestrukturisasi keuangan perusahaan. Hal itu dilakukan bila pengajuan untuk menggabungkan nilai saham (reverse stock) tak direstui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Buce Yeef, Direktur Bakrieland Development mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu izin OJK untuk merealisasikan langkah reverse stock. Ia masih berharap pengajuan yang dilakukan sejak Mei 2018 bisa disetujui OJK.

Sebab, perusahaan akan merugi besar jika harus melakukan debt to asset swap. Buce pun tak merinci aset mana saja yang berpotensi ditukar atau dijual untuk membayar utangnya kepada kreditur.



"Tapi kalau itu harus dilakukan ya sudah, kalau bisa tahun ini ya tahun ini kita hit loss (merugi) semua ya sudah. Kalau tidak bisa dilakukan tahun ini ya tahun depan," papar Buce, Senin (19/11).

Dalam laporan keuangan kuartal III 2018, total liabilitas perusahaan mencapai Rp4,16 triliun. Angka itu terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp2,8 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp1,36 triliun.

Sejumlah kreditur perusahaan misalnya PT Geo Link Indonesia sebesar Rp313,5 miliar, PT Amerasia International sebesar Rp58,33 miliar, PT Darma Sakti Agung sebesar Rp3,94 miliar, dan PT Pegasus Graha Indah sebesar Rp30,75 miliar. Khusus kepada Geo Link Indonesia, utang jatuh sudah di depan mata, yakni Desember 2018.


Maka itu, Geo Link Indonesia meminta perusahaan untuk melakukan reverse stock sebagai bagian dari negosiasi Bakrieland Development terkait restrukturisasi utang dengan cara konversi menjadi saham melalui skema reverse stock dengan rasio 10:1.

Pagu pinjaman yang diberikan oleh Geo Link Indonesia sebenarnya mencapai Rp500 miliar. Artinya, masih ada sekitar Rp186,5 miliar yang bisa ditarik oleh Bakrieland Development.

"Untuk kepastian reverse stock kami menunggu dari OJK, kalau OJK bilang oke ya kami Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Nanti kuorum tidak, kalau tidak kuorum ya bubar," ujar Buce.


Saat ini, harga saham terkapar di level Rp50 per saham. Angka itu merupakan batas bawah pergerakan suatu saham dan sudah terjadi dalam satu tahun terakhir. Bila reverse stock benar-benar direalisasikan, maka harga saham Bakrieland Development bakal naik menjadi Rp500 per saham. (aud/lav)