Menhub Tak Berani Janji Merpati Terbang Lagi Tahun Depan

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 08:20 WIB
Menhub Tak Berani Janji Merpati Terbang Lagi Tahun Depan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tidak berani memberikan janji pihaknya akan memberikan izin PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) 2019 nanti. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tidak berani memberikan janji pihaknya akan memberikan izin PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) 2019 nanti. Menurutnya, terbang atau tidaknya Merpati tergantung pada kesiapan maskapai itu sendiri.

Budi mengatakan untuk bisa beroperasi, sebuah maskapai penerbangan paling tidak harus memenuhi banyak ketentuan. Salah satunya, syarat keuangan. 

Untuk bisa mengudara dan beroperasi, kondisi keuangan maskapai harus sehat. "Sebuah perusahaan penerbangan itu harus memiliki kualifikasi baik di mana kondisi keuangannya harus sehat, tidak ada kompromi harus sehat," katanya seperti dikutip dari Antara, Minggu (18/11).



Selain kondisi keuangan kata Budi, maskapai yang beroperasi juga harus memiliki misi dan visi keselamatan. Visi dan misi tersebut harus mereka miliki saat membeli pesawat dan merekrut awak dan pegawainya.

Merpati lolos dari jerat pailit. Pengadilan Niaga Surabaya beberapa waktu lalu mengabulkan proposal damai yang mereka ajukan kepada para kreditur atas utang senilai Rp10,95 triliun. 

Salah satu pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Merpati Beverly Charles Panjaitan mengatakan dengan dikabulkannya PKPU tersebut Merpati punya peluang untuk terbang lagi. Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha mengatakan kemungkinan Merpati akan terbang kembali 2019.


Saat ini, sudah ada investor yang bersedia menanamkan uang Rp6,4 triliun agar Merpati bisa terbang lagi. Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan Merpati tak perlu mimpi muluk bakal terbang lagi. 

Bagi pemerintah, sebelum terbang lagi Merpati perlu menyelesaikan utangnya kepada para kreditur. "Bagi Kemenkeu, kami tidak bicara mengenai dihidupkan kembali, yang penting utangnya dibayar saja," katanya. 


(Antara/agt)