Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana menuturkan upaya ini dilakukan untuk mengerek harga minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) global yang tengah merosot. Harapannya, dengan memaksimalkan konsumsi dalam negeri, maka pasokan CPO global berkurang sehingga harga berangsur naik.
Untuk diketahui, harga CPO kontrak acuan Derivatif Malaysia per Jumat (23/11) amblas ke RM2.044. Padahal harga CPO di awal bulan berada di RM2.144.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ditjen EBTKE juga mencatat potensi penggunaan FAME pada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar 700KL. Sementara itu, realisasi penyaluran FAME untuk bahan baku B20 mencapai 2,42 juta KL per 24 Oktober 2018. Itu artinya, penyaluran FAME mencapai 60 persen dari target tahun ini 3,92 juta KL mencakup sektor PSO dan non PSO.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo Presiden Joko Widodo telah mengakui pemerintah kesulitan untuk mendongkrak harga CPO. Namun demikian, bukan berarti pemerintah berpangku tangan.
Pemerintah menempuh berbagai cara untuk mengerek harga komoditas sawit. Salah satunya mengirimkan tim untuk menyelesaikan kampanye hitam dan hambatan ekspor sawit ke Uni Eropa, sehingga ekspor sawit ke kawasan tersebut bisa ditingkatkan sekaligus meningkatkan harga.
Di samping itu, pemerintah juga telah meminta China untuk menambah jumlah pembelian sawit Indonesia. Permintaan tersebut disampaikan Joko Widodo langsung sampaikan ke Perdana Menteri China Li Keqiang beberapa waktu lalu. (ulf/agi)