Perang Dagang, China Rangkul Spanyol dan Portugal Jadi Sekutu

CNN Indonesia | Kamis, 29/11/2018 08:44 WIB
Perang Dagang, China Rangkul Spanyol dan Portugal Jadi Sekutu Presiden China Xi Jinping mengunjungi Spanyol pada Selasa (27/11), sebelum menghadiri pertemuan pemimpin 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia (G20) di Argentina. (REUTERS/Erik De Castro).
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah kondisi perang dagang yang terus berlangsung dengan Amerika Serikat (AS), China berusaha memperkuat hubungan dengan Spanyol dan Portugal untuk menjadi sekutunya. Sebelumnya, sejumlah anggota Uni Eropa lain mencoba membatasi investasi China.

Presiden China Xi Jinping mengunjungi Spanyol pada Selasa (27/11), sebelum menghadiri pertemuan pemimpin 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia (G20) di Argentina. Jinping juga akan menghampiri Portugal pada 4-5 Desember, sebelum perjalanan pulang ke negaranya.

"Ini adalah manuver politik bagi China untuk mempertahankan hubungan di saat yang rumit," kata Angel Sanchez, Direktur Pusat Ekonomi Global dan Geopolitik di Sekolah Bisnis ESADE Spanyol, seperti dikutip AFP pada Rabu (28/11).



AS telah mengenakan tarif terhadap lebih dari US$250 miliar produk asal China, sebagai upaya membalikkan keadaan karena AS menuduh China melakukan praktik perdagangan yang tidak adil.

Pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengindikasi pengenaan tarif atas sisa produk impor senilai US$267 asal China, termasuk iPhone.

Sementara itu, negara-negara anggota Eropa bersiap menerapkan kerangka kerja untuk menilai investasi asing dan menyaring akuisisi oleh perusahaan asing, terutama China, di sektor-sektor strategis seperti energi.


Perancis, Jerman, dan Italia prihatin atas terjadinya pencurian teknologi kunci oleh kelompok-kelompok asing dengan cara membeli perusahaan di negaranya. Ketiga negara telah lama menyerukan undang-undang untuk memperketat aksi akuisisi tertentu.

Kepala Ekonom IHS Markit untuk Asia Pasifik Rajiv Biswas menambahkan, jika Uni Eropa menyetujui beberapa proses pengetatan akuisisi, pada akhirnya hal itu masih bergantung pada masing-masing negara.

Pada Spanyol dan Portugal, China mencari celah untuk berinvestasi di Eropa dan mengkonsolidasikan aset yang diperoleh di dua negara, meski negara lain di Eropa membatasi diri.

"Investasi Cina dalam angka absolut lebih besar di Inggris dan di Jerman, tetapi sebagai persentase dari PDB, mereka lebih besar di Spanyol dan Portugal," kata Jean-Francois Di Meglio, Presiden Lembaga Riset Asia Center berbasis di Paris kepada AFP.


Salah satu upaya konkret China memperkuat kongsinya terbukti dari aksi akuisisi yang dilakukan kelompok perusahaan pelayaran China OSCO Shipping Holding terhadap 51 persen saham jaringan bisnis terminal pelabuhan Spanyol, Noatum Port. Perusahaan mengoperasikan pelabuhan peti kemas di Valencia dan Bilbao.

Di sisi lain, Portugal, salah satu negara termiskin di Eropa barat, sangat terbuka dengan investasi China. Investasi China menyumbang 3,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Portugal antara 2010 dan 2016.

Pemerintah China melalui China Three Gorges dan CNIC memiliki 28 persen saham di EDP utilitas Portugis, perusahaan terbesar di negara itu.

(lav/lav)