Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.554 per dolar AS atau melemah dari posisi kemarin di Rp14.504 per dolar AS.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang ikut melemah bersama rupiah. Ringgit Malaysia melemah 0,22 persen, yen Jepang minus 0,04 prsen, dolar Hong Kong minus 0,03 persen, dan dolar Singapura minus 0,03 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Darmin Sebut Rupiah Saat Ini Terlalu Murah |
Begitu pula dengan mata uang utama negara maju. Mayoritas mata uang melemah dari dolar AS. Dolar Kanada melemah 0,23 persen, rubel Rusia minus 0,11 persen, franc Swiss minus 0,08 persen, dan euro Eropa minus 0,02 persen.
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh antisipasi rilis data Prelim GDP Negeri Paman Sam. "Selain itu, sentimen dolar AS sebagai mata uang safe haven juga masih terasa dan menjadi penggerak hari ini," ujar Dini kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/11).
Meski begitu, ia memperkirakan pergerakan rupiah sampai akhir pekan tidak akan terlalu signifikan. Sebab, dari dalam negeri setidaknya ada sentimen kenaikan imbal hasil (yield) surat utang Indonesia yang menjadi salah satu penahan pergerakan rupiah yang terlalu tajam.
Lihat juga:Rupiah Terpuruk ke Rp14.515 per Dolar AS |