Jokowi Minta Divestasi Freeport Rampung Akhir 2018

CNN Indonesia | Kamis, 29/11/2018 18:41 WIB
Jokowi Minta Divestasi Freeport Rampung Akhir 2018 Presiden Jokowi. (CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar proses divestasi saham PT Freeport Indonesia selesai sebelum tutup tahun 2018. Jokowi telah mendapatkan laporan beberapa hal terkait proses divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia sudah dituntaskan meliputi Divestment Agreement, Sales and Purchase Agreement, dan Subscription Agreement. Keduanya sudah ditandatangani pada September lalu.
"Saya minta semua tahapan proses divestasi itu bisa diselesaikan dan sudah final kita harapkan sebelum akhir tahun 2018 ini, semuanya rampung," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Kabinet, Kamis (29/11).

Selain itu, Jokowi juga meminta laporan mengenai perkembangan beberapa masalah yang belum tuntas, meliputi penyelesaian isu lingkungan, masalah limbah, dan masalah tailing.

Jokowi juga meminta seluruh jajaran dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum untuk mempercepat penyelesaian isu perubahan kontrak karya menjadi Izin Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), kepemilikan saham pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Timika, serta hal-hal yang terkait dengan jaminan fiskal, perpajakan, royalti, stabilitas investasi.
"Saya juga mengikuti bahwa ada beberapa tahap lanjutan yang masih perlu penyelesaian yang perlu dipercepat," kata Jokowi.


Presiden menegaskan, proses divestasi PT Freeport Indonesia adalah langkah besar untuk mengembalikan mayoritas kepemilikan sumber daya alam yang sangat strategis ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Akan kita gunakan sebesar-besarnya untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, utamanya rakyat Papua," kata Jokowi.

Sebelumnya, Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Pemerintah Inalum Rendi Witular mengungkapkan perseroan telah mengantongi dana untuk pembelian saham tersebut. Raupan dana berasal dari penerbitan obligasi global senilai US$4 miliar atau sekitar Rop58 triliun yang telah cair per 16 November 2018 lalu.
Sesuai perjanjian, nilai transaksi pembelian saham Freeport Indonesia oleh Inalum mencapai US$3,85 miliar atau sekitar Rp56 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per dolar AS).






(ulf/dea)