Data Inflasi Bakal Jadi Penggerak IHSG Hari Ini

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 07:39 WIB
Data Inflasi Bakal Jadi Penggerak IHSG Hari Ini Ilustrasi pergerakan saham. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Data inflasi November 2018 akan mewarnai pola gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, Senin (3/12). Data makro ekonomi ini memang selalu menjadi sentimen pada perdagangan saham awal bulan.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan pelaku pasar akan mengantisipasi data inflasi bulan lalu sebagai pertimbangan mereka dalam melakukan transaksi beli atau jual saham hari ini.

Selain inflasi, William juga menilai pergerakan IHSG bakal dipengaruhi oleh aksi window dressing yang dilakukan sejumlah perusahaan manajer investasi.


Window dressing adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan manajer investasi untuk mempercantik tampilan portofolionya pada akhir tahun. Artinya, perusahaan manajer investasi akan lebih banyak belanja saham-saham yang masuk dalam daftar portofolionya demi mengerek harga saham tersebut.


"Aksi beli asing dan rupiah juga menentukan pergerakan saham," kata William kepada CNNIndonesia, Senin (3/12).

Rupiah sepanjang pekan lalu berada di area Rp14.200-Rp14.300 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun, khusus pada Jumat (30/2), rupiah bertengger di level Rp14.302 per dolar AS.

"Untuk hari Senin IHSG diprediksi bergerak dalam rentang 6.050-6.120," terang William.

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan IHSG berpeluang melemah untuk jangka pendek bila dilihat dari kacamata teknikal. Hal ini karena indeks sudah berada di jenuh beli (overbought).


"Pelemahan diperkirakan cukup terbatas ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah," ungkap Dennies melalui risetnya.

Meski diprediksi melemah, Dennies memprediksi pergerakan IHSG tak turun di bawah area 6.000. Menurutnya, IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.015-6.035 dan resistance 6.096-6.137.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat tipis 0,83 persen ke level 6.056 dari posisi pekan sebelumnya di level 6.006. Penguatan tipis itu mendorong nilai kapitalisasi pasar BEI sebesar 0,91 persen menjadi Rp6.858 triliun.

Hal yang sama terjadi di bursa global, khususnya bursa saham Wall Street. Tiga indeks utamanya menguat, yakni Dow Jones naik 0,79 persen, S&P500 naik 0,82 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,79 persen.

Tonton juga video: IHSG Pekan Ini Bergantung pada Rupiah dan Data Inflasi
[Gambas:Video CNN]
(aud/agi)