Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan penyumbang inflasi adalah beberapa komoditas pangan, antara lain: bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras dan beras. Selain itu, bank sentral mencatat bensin dan tarif angkutan udara ikut berkontribusi pada inflasi pekan keempat November.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekaligus mengkonfirmasi perkiraan kami inflasi akhir tahun ini sekitar 3,2 persen," imbuhnya.
Perry melanjutkan bank sentral memprediksi pertumbuhan ekonomi di tahun ini sebesar 5,1 persen. Faktor penopang pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen adalah permintaan domestik yang meliputi investasi dan konsumsi.
Bank Indonesia memperkirakan konsumsi tumbuh sekitar 5,2 persen (yoy) sementara pertumbuhan investasi diprediksi mendekati 7 persen (yoy). Dengan demikian, kombinasi antara pertumbuhan konsumsi dan investasi menjadikan permintaan domestik bisa tumbuh 5,5 persen.
Lihat juga:Pekan Ini, Investor Antisipasi Data Inflasi |
Untuk defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD), BI meyakini bahwa tahun ini bisa berada di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). (ulf/wis)