Lagarde Desak AS dan Negara Dunia Mundur dari Proteksionisme

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 11:37 WIB
Lagarde Desak AS dan Negara Dunia Mundur dari Proteksionisme Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menilai negara-negara di dunia harus berkoordinasi demi menjaga pertumbuhan ekonomi. (ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) Christine Lagarde mengatakan negara-negara yang tak berkoordinasi dan gagal beradaptasi dengan realitas ekonomi terbaru dapat menghadapi masa depan "dystopian", di mana dominasi bangsa yang pemarah akan tertinggal.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Distopia diartikan sebagai gambaran masa depan yang lebih buruk dan tidak menyenangkan dibanding masa kini.

Lagarde mendesak para pemimpin dunia untuk mengingat pelajaran dari resesi global yang diawali dengan krisis keuangan pada 2008.



"Kerjasama internasional sangat penting, bukan opsional," ujar Lagarde seperti dikutip AFP, Rabu (5/12).

Direktur pelaksana pemberi pinjaman darurat global yang berbasis di Washington itu mengeluarkan satu lagi permohonan kepada seluruh pemerintahan, terutama Amerika Serikat, untuk mundur dari proteksionisme dan konfrontasi.

Lagarde mengaku senang dengan kemajuan signifikan terkait meredanya perselisihan perdagangan AS-China selama akhir pekan. Sebelumnya, Lagarde menilai keterlibatan Presiden AS Donald Trump dalam konflik perdagangan global dapat menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.


Kendati demikian, Lagarde meminta pelaku pasar memaklumi kondisi indeks saham AS yang anjlok hingga 3 persen karena kekhawatiran atas perang perdagangan dan dampaknya terhadap ekonomi.

"Dibandingkan dengan apa yang telah kami lalui, ini sudah ada kemajuannya," katanya.

Lagarde menyampaikan pesan kepada AS terkait perlunya kerjasama ekonomi global. Imbauan itu dikemas dalam pujian bahwa kepemimpinan AS berperan sebagai kunci dalam pergerakan ekonomi dunia.


"Dalam kemakmuran ekonomi setelah Perang Dunia II, kami belajar dari masa lalu, menjadi kreatif, dan berubah menjadi lebih baik," katanya dalam sebuah pidato di Perpustakaan Kongres AS.

Dia mengungkapkan semua itu tidak akan mungkin terjadi tanpa AS. Negari Paman Sam menantang tatanan ekonomi internasional ketika dibutuhkan tantangan. AS juga menjalankan kompromi ketika kompromi memang diperlukan.

Dia menilai AS juga berkepentingan mengambil peran utama karena dunia yang lebih kuat dan lebih stabil membawa banyak keuntungan bagi AS.

"Keberhasilan ini tidak datang dengan mengorbankan negara lain. Sebaliknya, kepemimpinan kolabortif negara ini membuka jalan, tidak hanya untuk beberapa dekade di AS, tetapi juga untuk pertumbuhan yang tersebar di seluruh dunia," papar Lagarde.


Hal itu sangat berbeda dengan retorika Trump yakni 'America First' dan pandangannya tentang perdagangan sebagai permainan zero-sum, yakni impor setara dengan negara-negara yang mengambil uang dari negara tersebut. (lav)