Penangguhan 'Perang Dagang' China-AS Berdurasi 90 Hari

REUTERS, CNN Indonesia | Minggu, 02/12/2018 10:21 WIB
Penangguhan 'Perang Dagang' China-AS Berdurasi 90 Hari Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di China pada November 2017. (REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- China dan Amerika Serikat (AS) setuju untuk menunda pemberlakuan tarif tambahan setelah kedua negara melakukan negosiasi baru dengan tujuan mencapai kesepakatan dan menyelesaikan masalah dagang dalam 90 hari, seperti yang dikatakan pihak Gedung Putih pada Sabtu (1/12).

Negoisasi tersebut dilakukan oleh Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam rangkaian pertemuan G20 di Buenos Aires, Argentina.

Pihak Gedung Putih secara garis besar mengatakan bahwa isi kesepakatan tersebut berupa persetujuan AS untuk tidak menaikkan tarif sebesar 25 persen untuk barang-barang senilai US$200 miliar dari China.


Sebaliknya China setuju untuk membeli sejumlah produk pertanian, energi, industri dan lainnya dari AS.

China juga "bersikap terbuka untuk merundingkan kesepakatan yang sebelumnya tidak disepakati", yakni antara Qualcomm Inc dan NXP Semiconductors.

China sekaligus setuju untuk mengawasi lebih ketat produksi obat fentanyl.

Pasalnya selama ini Trump telah menyuarakan kekhawatiran tentang opioid sintetis yang dikirim dari China ke Amerika Serikat, yang menghadapi epidemi kematian terkait opioid.

Selain persetujuan-persetujuan di atas, Gedung Putih mengatakan bahwa jika kesepakatan penyelesaian masalah perdagangan lain seperti transfer teknologi, kekayaan intelektual, hambatan non-tarif, pencurian cyber dan pertanian belum tercapai dengan China dalam 90 hari, kedua belah pihak setuju bahwa tarif dagang sebesar 10 persen akan dinaikkan menjadi 25 persen.

[Gambas:Video CNN]

(ard)