"Alhamdulillah kami dapat izin transfer dana dari BI, ini pelengkap uang elektronik yang ditunggu-tunggu," ujarnya, Jumat (7/12).
Ia menjelaskan pihaknya juga saat ini tengah mengembangkan teknologi QR code. Ke depan, Yusuf berharap teknologi QR code dapat digunakan di semua pasar modern dan tradisional, warung, sekolah, madrasah, hingga masjid dan musala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak pekan lalu, sudah melakukan uji coba, insyaallah tinggal implementasi saja," terang dia.
Ia berharap transfer dana dan pembayaran dengan QR code dapat beroperasi secara penuh pada Januari mendatang.
Selain memiliki bisnis uang elektronik, Yusuf Mansur juga memiliki PayTren Aset Manajemen yang sudah lebih dulu mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kedua perusahaan tersebut rencananya bakal disinergikan guna saling menunjang bisnis.
Direktur Utama PayTren Aset Manajemen Ayu Widuri sebelumnya mengaku pihaknya akan berupaya mengejar jumlah pemegang rekening uang elektronik Paytren yang mencapai sekitar 500 ribu pada 2018. (agi/bir)