Pemangkasan Produksi Minyak OPEC Dongkrak Harga Minyak

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 07:58 WIB
Pemangkasan Produksi Minyak OPEC Dongkrak Harga Minyak Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak dunia diperdagangkan menguat pada perdagangan awal pekan ini. Dikutip dari Reuters, pada awal pekan ini harga minyak dunia jenis Brent diperdagangkan di level harga US$61,85 per barel, menguat 0,29 persen dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu.

Wakil Presiden Eksekutif di Stratas Advisors John Paisie mengatakan penguatan harga minyak ditopang oleh keputusan Arab Saudi dan anggota Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) serta negara non anggota OPEC memangkas produksi mereka. Arab Saudi dan negara anggota OPEC diketahui setujui untuk memangkas produksi minyak mereka secara gabungan sebanyak 800 ribu barel per hari.

Sementara itu negara anggota non OPEC menyatakan akan memangkas produksi sebanyak 400 ribu barel per hari. Pemangkasan produksi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan ekspektasi pasar yang hanya mengharapkan produksi minyak dipangkas 1 juta barel per hari. Pemangkasan tersebut mulai dilakukan Januari mendatang. 



"Saya pikir orang-orang Saudi mencoba untuk berjalan di atas tali. Mereka ingin memastikan bisa tetap mempertahankan hubungan dengan AS, tetapi mereka juga perlu melakukan pemotongan karena butuh harga minyak yang lebih tinggi untuk menyeimbangkan anggaran," katanya.

Sementara itu ahli strategi minyak global di BNP Paribas London Harry Tchilinguirian mengatakan jika pemangkasan produksi minyak sebanyak 1,2 juta barel per hari diterapkan sepenuhnya bisa cukup untuk mengatasi pelemahan harga minyak. "Tapi pemangkasan tersebut tidak menghilangkan tekanan," katanya.

Harga minyak belakangan ini mengalami tekanan. Sejak Oktober lalu, harga minyak sudah anjlok sekitar 30 persen. Pelemahan tersebut dipicu oleh kenaikan pasokan minyak dunia.

Selain itu, pelemahan juga dipicu oleh penurunan permintaan minyak dunia. 

(Reuters/agt)