Pemerintah Bakal Panggil Pertamina Jika Harga BBM Tak Turun

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 16:46 WIB
Pemerintah Bakal Panggil Pertamina Jika Harga BBM Tak Turun Kementerian ESDM mengancam akan menegur dan memanggil PT Pertamina (Persero) jika harga BBM nonsubsidi tak turun hingga Januari 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengancam akan menegur PT Pertamina (Persero) bila harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi tak kunjung turun hingga Januari 2019 mendatang.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan Pertamina sebelumnya menjanjikan bakal memangkas harga BBM nonsubsidi seiring penurunan harga minyak mentah dunia.


Sebagai catatan, sejak awal Oktober 2018, harga minyak mentah dunia terus menurun akibat sentimen membanjirnya pasokan. Pada November 2018, rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) tercatat US$62,98 per barel atau turun dari Oktober 2018, yaitu US$77,56 per barel.

"Janjinya (diturunkan) Januari. Kalau tidak ditepati kami panggil lagi," ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Selasa (11/12).

Ia menyebut stok minyak Pertamina cukup untuk 18 hari. Artinya, sejak akhir November, perseroan telah membeli minyak mentah dengan tren harga baru.


Lebih lanjut ia menuturkan masih ada dua badan usaha penyalur BBM yang juga belum menurunkan harganya, yakni Shell dan ExxonMobile. Sementara, PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk (AKR Corporindo), Total, Vivo, termasuk PT Garuda Mas Energi telah menurunkan harga jual bahan bakarnya pekan lalu.

Pekan lalu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan perseroan masih mengkaji rencana penurunan harga BBM nonsubsidi.

"(Penurunan harga) itu kan keputusan bisnis. Kami akan mengambil keputusan (harga BBM) di saat yang tepat," tandas Nicke.


(sfr/bir)