BBM Satu Harga Telah Terlaksana di 122 Titik

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 14:12 WIB
BBM Satu Harga Telah Terlaksana di 122 Titik Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sejak 2017 lalu hingga pekan kedua Desember program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga telah terealisasi di 122 titik. Sebelumnya, pemerintah menargetkan program BBM Satu Harga bisa terealisasi di 130 titik tahun ini dan akan meningkat menjadi 160 titik hingga akhir tahun depan.

Sebelumnya, program BBM Satu Harga merupakan kebijakan pemerintah dalam menyeragamkan harga jual resmi BBM sebesar Rp 6.450 per liter untuk premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar di wilayah tertinggal, terluar, terdepan di seluruh Indonesia.

"Target pemerintah total 160 titik (BBM Satu Harga) yang harus diadakan sejak tahun lalu sampai hari ini saya kira 122 sudah selesai, mungkin masih ada delapan bukan di Pertamina tapi di operator yang lain," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan seperti dikutip dalam keterangan resmi, Jumat (7/12).


Sekitar 121 titik BBM Satu Harga telah direalisasikan oleh PT Pertamina (Persero). Dengan rincian, 54 titik terealisasi tahun lalu dan 67 titik telah terealisasi tahun ini.


"(BBM Satu Harga) ini upaya pemerintah untuk membuat, terutama Premium dan biosolar, harganya sama di seluruh nusantara," ujar Jonan.

Guna mengakselerasi Program BBM Satu Harga, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan secara Nasional.



Lampu Surya Gratis

Pada keterangan yang sama, Jonan mengatakan pemerintah juga melakukan pembagian Lampu tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) bagi pedesaan yang terisolir dan sulit dijangkau oleh jaringan PLN. Pembagian salah satunya dilakukan di Nias.

Jumlah unit yang dipasang di Pulau Nias sebanyak 1.360 unit. Unit LTHSE tersebut tersebar di 21 desa, di lima Kabupaten.

"(Program LTSHE) Ini meningkatkan rasio elektrifikasi. Saya tanya direktur PLN Regional Sumatera, sekarang ini rasio elektrifikasinya 51-52 persen, jadi kalau ditambah 1.300 lebih ini akan naik elektrifikasinya menjadi 64-65 persen, lumayan ini," ujarnya.

Total untuk tahun ini, program LTSHE akan dilaksanakan di 16 provinsi, dengan jumlah LTSHE sebanyak 173 ribu unit dan jumlah anggaran sebesar Rp600 miliar.

Lebih lanjut, Jonan juga mengajak Pemerintah Daerah ikut aktif dalam mendukung target pemerintah pusat dalam mengejar rasio elektrifikasi 100 persen pada 2019, sehingga seluruh daerah teraliri listrik.

(sfr/agt)