Uji Kompetensi Jamin Kualitas Barista

Kemnaker, CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 20:40 WIB
Uji Kompetensi Jamin Kualitas Barista Uji kompetensi adalah untuk menjamin kualitas lulusan pelatihan barista dan menjadi syarat utama mendapatkan sertifikat kompetensi barista profesional. (Foto: Dok. Kementerian Ketenagakerjaan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK) Nana Mulyana mengatakan uji sertifikasi barista dilakukan di pelbagai wilayah dan Desember menjadi masa terakhir tes tersebut.

Uji kompetensi itu dilakukan untuk menjamin kualitas lulusan pelatihan barista dan menjadi syarat utama mendapatkan sertifikat kompetensi barista profesional.

"Uji kompetensi barista untuk mendapatkan sertifikat kompetensi ini dilakukan secara sistematis dan objektif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan standar internasional yang berlaku, " kata Nana pada Rabu (12/12).


Nana berharap uji kompetensi yang dilakukan secara ketat dapat menghasilkan lulusan barista terbaik, sekaligus mendorong wirausaha muda mengembangkan bisnis kopi.

Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Barista BBPPK dan PKK Lembang Agus Wijayanto menambahkan uji kompetensi barista ini ditujukan bagi alumni peserta bimbingan pra inkubasi bisnis BBPPK dan PKK.


"Selain itu, mereka diutamakan sudah pernah bekerja sebagai barista atau membuka kedai kopi," ujarnya.

Sepanjang tahun ini, pelbagai tes kompetensi telah diadakan, di antaranya adalah 23-24 Oktober 2018 (Pemalang) dan 24-25 Oktober 2018 (Medan).


Ada juga uji kompetensi yang berlangsung ada di BBPPK dan PKK Lembang (3-4 Desember 2018), lainnya digear di BBPPK dan PKK Lembang pada tanggal 6-7 Desember 2018.

"Tenaga assesor yang melakukan uji kompetensi berasal dari LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) BBPPK dan PKK Lembang yang telah berpengalaman," kata Agus.


Uji kompetensi barista BBPPK dan PKK itu terdiri dari sembilan unit kompetensi, di antaranya pengelolaan bahan baku, penggunaan alat dan perlengkapan, mengelola area kerja, dan penanganan pelanggan.

"Kemampuan komunikasi lisan dengan bahasa Inggris pada tahap operasional dasar juga dilakukan dalam uji kompetensi. Bentuknya berupa tes tertulis, tes wawancara, dan tes praktik," katanya. (asa)