Indonesia Tingkatkan Penempatan Pekerja Migran di Kuwait

Kemnaker, CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 23:29 WIB
Indonesia Tingkatkan Penempatan Pekerja Migran di Kuwait Ilustrasi pekerja. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuwait menyelenggarakan Bussiness Roadshow dan Indonesian Labour Market (ILM) guna mempromosikan pekerja asal Indonesia di sektor formal di negara tersebut.

Kuasa Usaha Ad Interm (KUAI) KBRI Kuwait Gantosori Tanjung mengatakan ILM merupakan wahana untuk mempertemukan perusahaan besar dan agensi di Kuwait dengan beberapa Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

"ILM merupakan ajang promosi kualitas dan kuantitas PMI kepada perusahaan Kuwait. Kegiatan ini diharapkan dapat menjaring banyak PMI profesional untuk bekerja di Kuwait serta untuk memperluas penempatan PMI di semua sektor formal," kata Gontosari dalam keterangan tertulis, Kamis (13/12).



Diketahui, KBRI Kuwait telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah pekerja migran Indonesia di antaranya adalah promosi mengenai peluang kerja di Kuwait. Hal itu dilakukan melalui brosur, buku dan pertemuan bisnis.

Acara itu sendiri adalah kali pertama yang diadakah sejak 50 tahun hubungan Indonesia dengan Kuwait.

Komitmen Kemnaker

Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan Soes Hindharno menambahkan Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus meningkatkan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sifatnya formal dan profesional untuk bekerja di Kuwait.

"Berdasarkan data yang dimiliki KBRI, sektor kesehatan paling tinggi permintaannya terhadap PMI. Diikuti sektor hospitality, manufaktur, transportasi, konstruksi dan otomotif," katanya.


Soes mengatakan, peluang kerja di Kuwait masih sangat besar dan terbuka. Hampir 70 persen populasi di Kuwait adalah pekerja migran yang di antaranya berasal India, Mesir, Filipina, dan Srilanka.

"Jumlah PMI profesional tercatat masih sangat sedikit, yaitu sekitar 7 ribu orang dari total 2,6 juta pekerja asing di Kuwait," ujarnya.

Namun, Soes menambahkan, kebutuhan PMI formal dan profesional di Kuwait harus didukung dengan ketersediaan insan yang berkualitas dan memiliki keterampilan kerja yang dibutuhkan. (asa)