Seperti dilansir Reuters, The Fed diperkirakan menaikkan kembali suku bunga acuannya. Pengumuman ini akan dilakukan pada Rabu, pukul 14 waktu setempat. Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan untuk mengadakan konferensi pers setengah jam kemudian.
The Fed tercatat telah menaikkan bunga acuannya sebanyak tiga kali di sepanjang tahun ini. Kenaikan bulan ini akan menjadi yang keempat kalinya. Investor memperkirakan The Fed mengerek bunga 25 basis poin ke kisaran 2,25 persen - 2,50 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rupiah Kian Perkasa Berkat Sentimen The Fed |
Kebijakan moneter ketat The Fed yang dimulai sejak 2015 lalu. Kebijakan ini ditentang oleh Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyerang The Fed dengan mengatakan bahwa bank sentral-nya membuat kesalahan lagi.
Ekonom Northern Trust Carl Tannenbaum menyebut kemungkinan pertumbuhan ekonomi AS melambat. Alasannya, tidak ada yang tersisa setelah stimulus fiskal memudar.
Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan pelemahan dolar AS juga dipicu sikap pelaku pasar yang skeptis terhadap kondisi ekonomi AS yang dinilai mengarah ke resesi akibat perang dagang dengan China.
"Pelaku pasar mulai mencermati negara dengan fundamental positif. Indonesia salah satunya. Sehingga, berdampak pada penguatan mata uang rupiah," tandasnya. (bir)