Rupiah 'Berotot' Jelang Rilis Bunga Acuan The Fed

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 13:57 WIB
Rupiah 'Berotot' Jelang Rilis Bunga Acuan The Fed Nilai tukar rupiah berotot jelang pengumuman tingkat bunga acuan The Fed. Siang ini, pukul 13.30 WIB, rupiah ditransaksikan Rp14.390 per dolar AS. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berotot jelang pengumuman tingkat bunga acuan The Fed. Rupiah ditransaksikan di kisaran Rp14.390 per dolar AS pada Rabu (19/12), pukul 13.30 WIB. Posisi ini menguat 45 poin dibanding pembukaan pagi tadi, yaitu Rp14.435 per dolar AS.

Seperti dilansir Reuters, The Fed diperkirakan menaikkan kembali suku bunga acuannya. Pengumuman ini akan dilakukan pada Rabu, pukul 14 waktu setempat. Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan untuk mengadakan konferensi pers setengah jam kemudian.

The Fed tercatat telah menaikkan bunga acuannya sebanyak tiga kali di sepanjang tahun ini. Kenaikan bulan ini akan menjadi yang keempat kalinya. Investor memperkirakan The Fed mengerek bunga 25 basis poin ke kisaran 2,25 persen - 2,50 persen.


Kebijakan moneter ketat The Fed yang dimulai sejak 2015 lalu. Kebijakan ini ditentang oleh Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyerang The Fed dengan mengatakan bahwa bank sentral-nya membuat kesalahan lagi.

Ekonom Northern Trust Carl Tannenbaum menyebut kemungkinan pertumbuhan ekonomi AS melambat. Alasannya, tidak ada yang tersisa setelah stimulus fiskal memudar.

Mengutip Antara, Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menuturkan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menambahkan spekulasi dovish kebijakan moneter The Fed membuat dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang dunia lainnya, termasuk rupiah.


Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan pelemahan dolar AS juga dipicu sikap pelaku pasar yang skeptis terhadap kondisi ekonomi AS yang dinilai mengarah ke resesi akibat perang dagang dengan China.

"Pelaku pasar mulai mencermati negara dengan fundamental positif. Indonesia salah satunya. Sehingga, berdampak pada penguatan mata uang rupiah," tandasnya.


(bir)