Tsunami, Penumpang Penyeberangan Merak-Bakauheni Turun

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 10:21 WIB
Tsunami, Penumpang Penyeberangan Merak-Bakauheni Turun Ilustrasi Pelabuhan Merak. (CNN Indonesia/Yandhi Deslatama).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan mencatat terjadi penurunan jumlah penumpang yang melakukan aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Merak, Banten, menuju ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung seusai bencana tsunami yang melanda di pesisir Selat Sunda akhir pekan lalu.

Menurut dia banyak masyarakat yang masih khawatir dengan situasi ombak di Selat Sunda. Kekhawatiran tersebut kata dia menjadi penyebab penurunan jumlah penumpang yang menggunakan fasilitas penyeberangan di sana.

"Di Merak banyak masyarakat yang enggan menyeberang karena ombak. Masyarakat juga masih banyak yang bertanya bagaimana dengan kondisi penyeberangan," kata Budi di Kantornya, Rabu (26/12).



Berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan pada 21 Desember 2018 sebanyak 51.384 penumpang menggunakan moda transportasi penyeberangan di Pelabuhan Merak. Pada Desember jumlahnya meningkat hingga 66.897 penumpang.

Jumlah itu langsung turun hingga setengahnya pasca terjadinya tsunami, 23 Desember 2018 hingga 36.585 penumpang. Jumlahnya terus turun pada 24 Desember 2018 menjadi 31.241.

"Di angkutan penyeberangan pada 21 dan 22 Desember naik tinggi. Namun setelah itu turun drastis," ujarnya.


Sebelumnya, tsunami di Selat Sunda menghantam Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12). Sekitar 21 ribu orang mengungsi dan 430 orang meninggal dunia.

Sejauh ini Kabupaten Pandeglang di Banten jadi wilayah yang paling parah terdampak tsunami. Wilayah lain yang terdampak adalah Kabupaten Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran. (sah/agt)