Tsunami Selat Sunda, Nilai Bangunan yang Diasuransikan Rp16 T

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 06:48 WIB
Tsunami Selat Sunda, Nilai Bangunan yang Diasuransikan Rp16 T Ilustrasi dampak tsunami di Pesisir Selat Sunda.(CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Reasuransi Maipark Indonesia memperkirakan nilai harta benda yang diasuransikan di wilayah terdampak bencana tsunami pesisir Selat Sunda mencapai Rp15,9 triliun.

Direktur Utama PT Reasuransi Maipark Indonesia Ahmad Fauzie Darwis mengatakan berdasarkan data perusahaan, total eksposur atau nilai harta benda yang diasuransikan dan berlokasi di provinsi Banten dan Lampung secara nasional mencapai Rp307 triliun yang terdiri dari 17.843 risiko.

Dari total itu, eksposur risiko asuransi sedikitnya Rp15,9 triliun yang berlokasi di bibir pantai yang kemungkinan terdampak tsunami.


"Ada sekitar Rp15,9 triliun yang berlokasi di bibir pantai. Itu terdiri atas 191 risiko macam-macam ada hotel, bangunan rumah, ada tempat usaha lah mungkin kantor," ujar Fauzie saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (26/12).


Fauzie mengatakan pihaknya sudah menginformasikan kepada perusahaan asuransi umum untuk melaporkan klaim atas kerugian harta benda akibat tsunami Selat Sunda. Sesuai SE OJK No. 6/SEOJK.05/2017, asuransi gempa bumi mencakup kerugian atau kerusakan harta benda yang antara lain disebabkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami.

"Pada zona asuransi gempa bumi Indonesia terbaru yang diberlakukan sejak Januari tahun 2017, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran masuk zona gempabumi IV sedangkan Tenggamus masuk ke zona gempa bumi tertinggi yaitu Zona V (lima)," jelasnya.


Tsunami di Selat Sunda menghantam pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12). Sekitar 21 ribu orang mengungsi dan 430 orang meninggal dunia.

Sejauh ini, Kabupaten Pandeglang di Banten menjadi wilayah yang paling parah terdampak tsunami. Wilayah lain yang terdampak adalah Kabupaten Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran. (sah/agi)