Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan hasil lelang ini cukup memuaskan karena merupakan pelelangan perdana sejak Jumat lalu (21/12). Selain itu, hasil ini menunjukkan minat dari pasar akan instrumen pengelola likuiditas di perbankan syariah yang baru dilahirkan oleh bank sentral nasional.
"Ini juga karena memang jelang akhir tahun, bank perlu likuiditas untuk pemenuhan kebutuhan likuiditas," ujar Perry di Kompleks Gedung BI, Jumat (28/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara bertahap repo syariah tentu kami kurangi, kami gantikan dengan sukuk BI," ungkapnya.
Meski begitu, pembelian sukuk BI tidak memiliki batasan nila dan hanya bisa dibeli oleh bank dan Unit Usaha Syariah (UUS). Sebab, tidak ditujukan untuk penghimpunan dana terkait pencarian keuntungan.
Tujuannya, sukuk bisa memperlancar kondisi likuiditas usai BI turut mengambil kebijakan pengetatan moneter, yaitu melalui kenaikan tingkat bunga acuan sebanyak 175 basis poin (bps) selama setahun ini.