Saat ini, hunian sementara yang sudah selesai secara bertahap mulai ditempati masyarakat yang selama ini tinggal di shelter. Salah satu hunian sementara yang sudah mulai ditempati adalah di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi. Sebanyak 10 unit huntara dengan jumlah 120 bilik sudah ditempati.
Huntara lainnya di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga juga sudah rampung dan tengah proses pemasangan meteran dan instalasi listrik oleh pihak PLN setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Huntara yang sudah dibangun dapat menjadi standar bagi pihak-pihak yang ingin membantu dalam penyediaan hunian di Palu, Sigi dan Donggala," kata Arie Setiadi.
Selain membangun hunian sementara, pemerintah juga berencana membangun hunian tetap. Saat ini, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola telah menandatangani Surat Keputusan terkait penetapan lokasi pembangunan hunian tetap tersebut.
Lokasi yang ditetapkan, yakni di Kota Palu seluas 360, 93 Ha, meliputi di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, seluas 79,3 Ha terletak dan Kelurahan Tondo dan Talise, Kecamatan Mantikulore seluas 481,63 Ha.
Sementara untuk wilayah Kabupaten Sigi seluas 362 Ha yang terletak di Desa Pombewe 201, 12 Ha dan Desa Oloboju seluas 160, 88 Ha di Kecamatan Sigi Biromaru. Pembangunan hunian tetap akan menggunakan konstruksi tahan gempa.
Selain hunian, pembangunan dan perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan puskesmas juga akan menggunakan konstruksi tahan gempa. Pembangunan RS Undata dan RS Anutapura di Kota Palu akan menjadi pilot project konstruksi bangunan tahan gempa. (agi)