BCA Pikir-pikir Gandeng Dompet Digital Milik Alibaba Group

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 13:06 WIB
BCA Pikir-pikir Gandeng Dompet Digital Milik Alibaba Group BCA mengaku telah mendapat tawaran kerja sama dari Alipay, dompet digital milik Alibaba Group. Namun, BCA masih menimbang tawaran tersebut. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Central Asia Tbk atau BCA mengklaim telah mendapat tawaran kerja sama dari Alipay, dompet digital milik Alibaba Group. Namun begitu, bank swasta nomor wahid di Indonesia ini mengaku masih menimbang tawaran dari perusahaan asal China tersebut.

Direktur Utama BCA Jahja Setiatmadja mengatakan sampai sejauh ini perusahaan masih mempelajari tawaran kerja sama sebagai lembaga pemroses pembayaran atau acquirer atas transaksi pengguna Alipay di Indonesia. Salah satunya, terkait potensi keuntungan yang bisa didapatkan perusahaan.

Makanya, hingga saat ini, perusahaan belum maju ke tahap penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). "Sedang kami pelajari, kalau bisa menarik turis dari China bertransaksi, mungkin lumayan merchant discount-nya," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/1).


Ia berandai-andai, apabila nanti perusahaannya menjalin kerja sama dengan Alipay, kemungkinan BCA akan memperkuat sistem yang akan digunakan. "Nanti pakai EDC yang sudah ada, tinggal ditambah scanner saja. Biayanya tidak besar kok," tearng Jahja.

Sayang, ia enggan mengungkap lebih rinci seperti apa proyeksi rencana kerja sama ke depan. Namun, Direktur BCA Santoso menambahkan seperti kebanyakan rencana kerja sama perusahaan di sistem pembayaran, maka kedua belah pihak akan mengadakan uji coba (piloting) bila sudah melakukan tanda tangan MoU.

"Hal ini untuk memastikan bahwa sistem berjalan dengan baik. Tapi karena ini masih awal, maka kami matangkan dulu perencanaannya," katanya.


Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengakui telah menjajaki kerja sama dengan Alipay. Direktur Konsumer BRI Handayani mengaku kedua belah pihak bahkan sudah melangsungkan penandatangan MoU.

"Tapi belum (piloting), karena masih banyak yang harus diselesaikan, termasuk soal perizinan," ucapnya.

Selain itu, keduanya perlu melakukan sinkronisasi atas sistem pembayaran yang digunakan nanti. Menurutnya, sistem ini berbeda dengan yang sebelumnya pernah dijalin perusahaan dengan sesama perusahaan sistem pembayaran lain, sebut saja Visa dan Mastercard.


"Ini pasti beda dengan Visa dan Mastercard, tentu karena terhubung GPN juga. Tentu ada tambahan lagi terkait alat pembayaran dari China ini," jelasnya.

Namun, Handayani belum ingin mengungkap berapa perhitungan potensi keuntungan yang bisa didapat bank spesialis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) itu dari kerja sama dengan Alipay ke depan. "Dengan meningkatnya sektor pariwisata, tentu ini peluang agar transaksi pembayarannya bisa dilayani," katanya.

Selain Alipay, saat ini dompet digital asal China, WeChat Pay, juga tengah menggalang kerja sama dengan perbankan nasional agar penggunanya bisa bertransaksi di Indonesia. WeChat Pay bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.


(uli/bir)