Kemendag Jamin Jadwal Impor Jagung Sebelum Masa Panen

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 17:40 WIB
Kemendag Jamin Jadwal Impor Jagung  Sebelum Masa Panen Ilustrasi. 9ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) meyakini waktu impor tambahan jagung untuk pakan ternak sebanyak 30 ribu ton tak akan bertabrakan dengan jadwal panen raya yang diprediksi berlangsung April 2019.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan menargetkan tambahan jagung impor untuk pakan ternak sebanyak 30 ribu ton mulai masuk ke Indonesia pada Maret 2019. Dengan demikian, pasokan jagung tidak akan menurunkan harga jagung pakan ketika terjadi panen raya nanti.

Sebelumnya, pemerintah telah membuka keran impor jagung untuk pakan ternak sebanyak 100 ribu ton pada November 2018 silam.



"Itu sudah keputusan rapat koordinasi terbatas (Rakortas), jadi semua pihak sudah membicarakan," imbuhnya.

Oke mengatakan saat ini Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) tengah mengajukan usulan penugasan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Ini sedang berproses, Perum Bulog baru bisa impor kalau sudah ada penugasan dari Menteri BUMN," kata Oke di kantornya, Senin (7/1).


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Cahya Widyawati mengungkapkan harga jagung pakan ternak masih tinggi di beberapa wilayah. Oleh sebab itu, diperlukan tambahan impor jagung sehingga diharapkan bisa menstabilkan harga.

Misalnya, di daerah Wonosobo harga jagung pakan tembus Rp5.000 per kilogram (kg). Padahal harga acuan jagung pakan kepada konsumen dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, adalah Rp4.000 per kg. Sedangkan harga jagung pakan dengan kadar air 15 persen untuk pakan ternak yakni Rp3.150 per kg.

"Teman-teman peternak unggas mengatakan bahwa itu (harga jagung pakan) masih tinggi." ujar Cahya.


Sebelumnya, Perum Bulog telah mendatangkan jagung pakan dari Brazil dan Argentina sebanyak 70 ribu ton. Jumlah itu merupakan bagian dari impor jagung pakan periode pertama sebanyak 100 ribu ton. Sedangkan sisanya, sebanyak 30 ribu ton dijadwalkan akan datang pada bulan ini. (ulf/lav)