Protes, Anggota SJ Travel Sambangi Kantor Sriwijaya Air

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 20:32 WIB
Protes, Anggota SJ Travel Sambangi Kantor Sriwijaya Air Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air. (CNN Indonesia/Agust Supriadi)
Tanggerang, CNN Indonesia -- Sejumlah anggota dari program Sriwijaya Air Travel Pass (SJTP) menyambangi kantor pusat Sriwijaya Air yang berlokasi di Kompleks Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada hari ini, Jumat (11/1). Kedatangan mereka tersebut bertujuan untuk menyampaikan keluhan terhadap produk yang memberikan janji terbang sepuasnya itu.

Rombongan yang beranggotakan lima orang ini datang pukul 14.00 WIB. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya perwakilan Sriwijaya Air menemui mereka pada pukul 15.27 WIB.

Perwakilan rombongan konsumen SJ Travel Pass, Ali Akmal (40) menyampaikan keluhan mereka terhadap program yang sudah dimulai sejak Juni 2018 tersebut. Ia mengaku pada awalnya program SJ Travel Pass tidak mengalami kendali, meskipun pihak Sriwijaya Air memberlakukan kuota tempat duduk kepada anggota SJ Travel Pass pada 22 Oktober 2018.


"Awal Desember kami mulai kesulitan, rata-rata tiket sold out (habis). Apalagi untuk teman-teman dari daerah timur. Apakah mungkin semua tiket anggota habis terjual?," kata Ali, Jumat (11/1).


Pernyataan Ali ini kemudian dilanjutkan oleh anggota-anggota SJ Travel Pass lainnya. Mereka memprotes aturan-aturan baru yang dikeluarkan oleh pihak Sriwijaya Air untuk program SJ Travel Pass. Padahal, aturan tersebut tidak ada pada awal perjanjian.

Keluhan para anggota SJ Travel Pass tersebut diterima oleh Service Quality Assurance Sunandar. Ia menegaskan bahwa Sriwijaya Air tidak bermaksud membatasi jatah dari anggota SJ Travel Pass.

Ia juga memastikan saat ini Sriwijaya Air tengah memperbaiki sistem layanan, sehingga anggota SJ Travel Pass bisa melihat ketersediaan tempat duduk untuk layanan SJ Travel Pass.

"Kami sedang memperbaiki sistem, nantinya akan kelihatan sisa kursi, jadi waktu membuka website kami, akan keliatahan sisa kursi yang bisa dipesan," jelasnya.


Sunandar juga mengklaim bahwa pemberlakuan aturan-aturan baru tersebut untuk menghindari oknum anggota SJ Travel Pass yang terbukti curang memberikan keanggotaanya kepada orang lain. Bahkan, Sunandar menyebut ada oknum anggota SJ Travel Pass yang sengaja menjual tiket untuk mengambil keuntungan pribadi.

Namun demikian, penjelasan dan jawaban Sunandar tidak bisa menampung serta memberikan solusi atas semua keluhan anggota SJ Travel Pass tersebut. Para anggota SJ Travel Pass pun diminta dipertemukan dengan VP Corporate Secretary & Legal Sriwijaya Air Retri Maya.

Selang satu jam kemudian, anggota SJ Travel Pass yang mendatangi kantor pusat Sriwijaya Air kembali dibuat kecewa, lantaran bukan Retri Maya yang mendatangi mereka. Alasannya, Retri Maya sedang bertugas di luar kantor.

Hanya dua staf, yaitu Feri dan Dika yang menemui rombongan anggota SJ Travel Pass. Kemudian pada anggota meminta untuk dibuatkan janji untuk bertemu dengan Retri Maya di lain hari. 


Ali mengatakan perwakilan SJ Travel Pass akan kembali menghubungi pihak Sriwijaya Air pada Senin pekan depan (14/1). Jika tidak merespon maka mereka rencananya akan melayangkan aduan kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atas dugaan pelanggaran hak konsumen.

Ali meminta Sriwijaya Air mencabut aturan sepihak yang dinilai merugikan anggota SJ Travel Passs. Sebab, seluruh ketetapan tersebut baru disampaikan di tengah perjanjian serta tidak dicantumkan sejak awal penawaran.

"Kami menuntut Sriwijaya Air untuk memenuhi hak kami sebagai anggota SJ Travel Pass sebagaimana telah dijanjikan di awal, yaitu penerbangan unlimited (tanpa batas), tidak memberikan black out date terutama saat puncak penerbangan, dan tanpa kuota" ungkapnya. (ulf/agi)