Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menjelaskan jika investor asing mau bersikap menunggu (wait and see) seperti yang dikatakan banyak pihak, seharusnya mereka memulainya sejak awal tahun. Namun, hal itu rupanya tak terbukti.
"Kalau mau wait and see karena tahun politik harusnya kan dari awal, tapi sekarang bagus-bagus saja," ujar Hasan, Rabu (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kami amati terus, karena secara historis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu naik saat tahun politik. Tapi bukan berarti data historis menjadi pegangan juga," ungkap Hasan.
Bila dirinci, IHSG pada 2004 melesat 44,56 persen, kemudian 2009 lebih tinggi lagi sebesar 86,98 persen, dan 2014 meningkat 22,29 persen. Bersamaan dengan kenaikan itu, pelaku pasar asing juga tercatat net buy, misalnya pada 2004 sebesar Rp18,81 triliun, lalu 2009 tercatat sebesar Rp13,29 triliun dan 2014 sebesar Rp42,59 triliun.
Sementara, ia mengakui jumlah aliran dana asing yang keluar tahun lalu memecah rekor. Tak tanggung-tanggung, pelaku pasar asing net sell sampai Rp50,74 triliun. Padahal, jumlah net sell asing sejak 2008 tak pernah lebih dari Rp40 triliun.
"Jadi semoga yang tahun lalu tidak terulang. Tapi ya dengan catatan juga ekonomi tahun ini baik, pemilu berjalan dan politik aman," papar Hasan.
Lihat juga:IHSG Gagah Perkasa Mendarat di Level 6.408 |
Lebih lanjut ia menjelaskan pergerakan IHSG saat ini sebenarnya sudah tak lagi bergantung pada investor asing. Terbukti, koreksi IHSG tahun lalu terbilang tak signifikan, yakni 2,53 persen ke level 6.194 dari posisi 2017 di level 6.355.
"Net sell asing rekor tapi Alhamdulillah kejatuhan tidak terjadi, ada koreksi tapi tidak signifikan. Nah siap yang menjaga itu, investor lokal sudah pintar," kata Hasan.
Bila dulu-dulu investor lokal selalu mengikuti pergerakan asing, tambah Hasan, kini mereka mengamati terlebih dahulu kondisi fundamental sejumlah emiten sebelum memutuskan untuk melakukan aksi jual.
"Sebanyak 20 atau 100 emiten terbaik kan masih mencatatkan pendapatan dan laba bersh dua digit, bahkan mengalahkan tahun sebelumnya," pungkas Hasan. (aud/agi)